Siapa Nietszche itu?



Nietzche ialah seorang filsuf jerman, begitulah seringkali orang mengatakannya. Yang dalam kehidupannya, akhirnya beliau memilih mengasing diri dari kerumunan orang-orang jerman pada umumnya, yakni pindah ke desa dan menjalani hari-harinya sebagai seorang yang mengurung diri di dalam rumah, begitulah ceritanya. Yang bersamaan dengan itu, beliau mengarang Sabda Zarathustra. Itulah karangan filosofis atau bahkan karangan prosa: sebab dari karangan tersebut layaknya berbentuk cerita dan namun menjadi sebuah gagasan.



Ketenaran Nietzche, sejauh pembacaan saya, lebih populer ketika beliau wafat, dan tulisannya menjadi banyak di kaji; di kaji kelas-kelas filsafat. Atau bahkan banyak mempengaruhi filsafat kala itu, sebab daya titik tekan Nietzche ialah tentang moralitas. Tentang yang baik dan yang buruk. Itulah nietzche!



Tapi, siapakah Nietzche itu?



Dia anak dari seorang pastur, bahkan keturanan dari seorang gerejawan. Yang tentu bersibuk pada hal-hal keagamaan; bahkan sejak kecil beliau masuk sekolah gerejawan, berada di pondok pesanteren gerejawan; dalam hal ini adalah sekolah teologi. Namun kemudian, beliau kurang tertarik atau kurang minat terhadap teologi, dan kemudian pindah ke jurusan filologi, tentang teks-teks klasik: filologi apa? Tentang yunani kuno. Begitulah nietzche. Hingga kemudian, dia diangkat menjadi professor filologi, begitulah ceritanya. Dengan begitu, lama-lama nietczhe merasa bosan dengan apa yang dialaminya itu, hidupnya laksana bukan hidup yang fakta, melainkan sekedar teks. karena itu, ia berupaya membangun kehidupan yang fakta. 



Namun apalah daya, kenyataannya tidak seperti apa yang diharapkan. Hingga akhirnya, pada kenyataannya, Nietzche mengurung di rumahnya, di desanya, dan menjalani kehidupan yang ala kadarnya menjadi orang rumahan dan terus menulis; menjadi bagian-bagian aformisme, keputusan-keputusannya. Kalau bahasa sekarang, semacam twiter atau keputusan dari ‘status’ facebook. Dan lama-lama, ia menuliskan Sabda Zarathustra. Itulah nietzhe.



Sesungguhnya siapa itu Nietzche?



Dia seorang filsuf, atau bahkan sering dikatakan, dia adalah Bapak Postmodern, yakni orang yang mengkritik budaya modern kala itu. Mengkritik tentang bangungan budaya kala itu; yang itu malah tidak kurang manusiawi, hingga akhirnya beliau menuliskan tentang manusiawi. namun pada kehidupannya, secara fakta, beliau merasa kalah terhadap kenyataannya. Kenyataannya tidak senormal sebagaimana manusia pada umumnya. Kenyataannya tidak senormal seperti manusia umumnya; hidupnya sekedar di rumah dan itu bersama ibunya.



Beliau tidak menikah, dan beliau sakit-sakitan. Tubuhnya sakit-sakitan. Bersama dengan kesakitannya, beliau masih menulis. Dan hingga kemudian, beliau wafat. Kepopulerannya itu, semakin terjadi, atau bahkan di bahas setelah beliau wafat. Itulah yang terjadi.



Di Indonesia, agaknya filsuf ini ramai. Banyak terjemahan yang berkaitan dengan beliau, dan banyak orang yang agaknya mendambakan beliau, atau setidaknya banyak orang yang terpengaruh dengan beliau: alasannya, karena ada tokoh filsafat kontemporer, seperti Derrida dan Foulcout yang itu juga terpengaruh dengan beliau, atau masih banyak tokoh lainnya; sehingga menautkan para pembaca Derrida dan Foulcout untuk mengamati beliau. Atau, karena kedekatan atau kajian dari Nietzche sendiri yang terpengaruh dengan Socrates kala itu, menjadikan Nietche mengkaji Socrates, dan kemudian orang-orang yang menggemari pemikiran Socrates, yakni orang yang mendialogkan pemikiran; mau tidak mau membaca tentang Nietszche. 



Pemikiran Nietche, atau gaya Nietzsche laksana pertemuan antara Socrates dan Plato menjadi tulisan: yakni tulisan Nietzche. Atau bahasa barunya, menjadi Socrates baru di era modern: yang itu menentang tentang modernitas, dengan cara mengasingkan diri, dan menghindari modernitas sementara itu, dia berada pada modernitas. Dan kritiknya tersebut, tersebut menjadi kata-kata. bersamaan itu, di era kontemporer, tulisan Nietzsche seperti menjadi kata-kata, atau menjadi nietzche semacam tulisan belaka; filologi. 



Lebih-lebih di era postmodern, orang-orang banyak yang mengkaji tentang hermenetik, disaat inilah kajian nietzche menjadi sesuatu yang menarik. Lebih-lebih arah yang ditekankan oleh nietzche adalah moralitas. Namun moralitas yang itu tidak semudah dibayangkan: sebab, di era modern, moralitas menjadi sesuatu barang yang langka. Ingatlah orang-orang modern, yang begitu mendambakan perihal materialistic dan individualis, sehingga moralitas itu kurang dipentingkan: tentu yang dibicarakan orang-orang modern adalah lingkungan eropa, yang gegap gempita terhadap teknologi dan era industry, era permesinan. Nah tema itulah, yang menjadikan di Indonesia menjadi menarik untuk pemikiran nietzche di ikuti: lalu apa hubungannya dengan saya?



Bagi saya begini: ketika saya membaca tulisan Nietzche, yang ada di dalam pemikiran saya, kala itu, yang dengan itu, tentu saja yang menjadi agak tertarik dengan filsafat: bahwa seakan-akan secara rasio saya diwakili oleh Nietzche, kegalauan yang saya alami diwakili oleh Nietzche.



Kegalauan seperti apa? Jawabku: yang dialasi oleh teologi islam, oleh keilmuan islam dan itu menyeret pada lingkungan sosial, menyentuh realitas. artinya, saya sering melihat; pada saat itu, begitulah penghilatanku: bahwa banyak orang yang mengetahui tentang agama islam, tapi tidak total menjalankan pengetahuannya. Tidak total mengenggam keislamannya, alasannya karena ‘fakta’ sosial, menjadikan mereka tertekan untuk menjalani sosial. Itulah yang saya alami. Hingga kemudian, lama-lama saya kuliah di jurusan filsafat. Dan pada saat kuliah jurusan filsafat, ternyata, kasus yang digelontarkan Nietzche itu, mendadak laksana menjadi suatu ‘kebenaran’ terhadap sistematis gaya-gaya eropa; yakni, agaknya orang-orang semakin tidak manusiawi yang itu semestinya menjadi manusiawi. 



Namun kefaktaan saya, tidak semulus itu, kefaktaan saya menjadi manusia yang itu agak payah menyikapi realitas yang terjadi. Hingga akhirnya, saya memilih untuk lebih memfokuskan atau mengonsentrasikan memahami nietzche pada jalur filsafat, pada jalur rasio. Demikian.

Belum ada Komentar untuk " Siapa Nietszche itu?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel