Yang Besar dan Yang Kecil




Kasus orang yang besar, tentu mempunyai masalah yang besar. Sebab orang besar itu mampu melihat yang kecil-kecil lebih banyak, sehingga yang kecil itu terpikirkan. Andai dia menjadi orang kecil tentu dirinya sekedar melihat orang besar, dan kasusnya lebih kecil dibanding orang besar. Ini adalah perbandingan yang umum. Perbandingan yang lumrah, bahwa sesuatu yang besar, pastilah jangkauannya sebesar ukuran tersebut.



Ini berkaitan dengan ukuran. Antara yang besar dan yang kecil. Namun seringkali manusia berharap untuk menjadi orang besar. Manusia jarang sekali mau menjadi manusia yang kecil. Harapannya senantiasa menjadi yang besar; padahal itu sekedar ukuran. Sekedar ukuran yang dilihat dari sudut pandang apa? Jika orang itu menjadi orang besar, tentu saja masalah yang diterima harus besar. Kalau orang itu menjadi orang kecil, tentu jangkauan pastilah kecil. Dan kasus-kasus yang dihadapi pastilah kecil.



Untuk kehidupan. Realistis kehidupan, orang-orang berharap menjadi yang besar, sebab dengan menjadi yang besar, bakal berpengaruh, bakal punya pengaruh, dan hidupnya jauh lebih mapan, mapan secara materi, namun entah soal ruhani. Padahal hidup, sejauh ini, bakal berurusan antara ruhani dan materi. Pasti tidak lepas dari itu. sebab, kebahagiaan itu yang merasakan adalah individu. Bila pun si individu ingin membahagiakan individu yang lain, ia hanya member jalan untuk membahagiaan. Bukan memberi kepastian tentang persaan bahagia. sebab bahagia itu milik individu. 



Sebabnya lagi, bahagia itu dirasakan. Nah, disinilah bermainnya rasa. Kalau dilihat, maka rasa itu letaknya dimana? Rasa itu adanya dimana? Ataukah rasa itu sejenis sesuatu yang menampakkan diri?



Tentu saja, rasa itu adalah relative. Sesuai kebutuhan yanga da di dalam individu. Namun relative ini jangan ditotalkan, bahwa seluruh rasa adalah relative. Di era Socrates, dahulu kala, dikatakan bahwa ada kebenaran umum, tidak semuanya relative. Ada kebenaran umum. Inilah yang harus dimengerti, itulah yang harus dimengerti. 



Namun karena gerakan global, telah mempunyai masa, yang itu disebut zaman popularisme. Atua bahkan sering disebut budaya pop. Maka orang-orang berharap menjadi populer. Artinya, bersaing untuk kepopuleran, yang tentu, ketika popularan bakal dikenal banyak orang. Bakal diketahui banyak orang, bersamaan dengan itu, maka itu bakal menjadi ukuran kebesaran orang. Semakin orang itu banyak begaul, banyak diketahui, maka disitulah keterpopuleran semakin mengarahkan menjadi orang besar. Seperti halnya kasus yang tinggi dan yang pendek. Semakin tinggi orang, maka semakin mudah diindetifikasi dibading semakin pendek orang. Namun semakin pendek orang juga bakal diketahui identitasnya: artinya, entah itu tinggi atau pun pendek, sesungguhnya, pada dasarnya sama (Sama ini jangan dijadikan patokan, bahwa totalitas itu sama persis), artinya sama derajatnya: yakni sebagai manusia. itulah coretan saya dipagi ini. Demikian.



2018



Belum ada Komentar untuk "Yang Besar dan Yang Kecil"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel