Memahami Situasi dan Kondisi Individual

Sekali lagi, saya membaca tentang sejarah dunia. Rangkaian teks dari masa ke masa. Masa kuno sampai masa kekinian. Dari Sebelum-masehi sampai duaribunan masehi. Sejarah panjang tentang 'keberadaan' manusia. Mulai dari era yang-berpindah sampai era menetap. Era pertanian menuju era industri lalu era-politik dan era-kerajaan. Menuju pada era peperangan dan perang dunia. Lalu, era globalisasi dan era negara.

Hmmm membaca teks-teks dan kehidupan laksana ada pada teks2.

Faktaku sekarang ada pada era-globalisasi dan era negara. Itulah situasi yang kekinian terjadi dan faktual. Bertemu dengan lingkungan dan interaksi sosial yang saling menyapa.

Orang2 yang kukenal (yang kuketahui secara fakta) tidak jauh tahunnya dari hidupku dan mereka juga, pernah menjalani hidup dengan soal yang menyertainya dan berupaya mempertahankan hidupnya.

**
Sesungguhnya apa yang hendak kau sampaikan pada tulisan ini, yang menyangkutkan dengan 'data' sejarah?
**

Saya ingin menegaskan bahwa hidup yang kesekarangan itu berkaitan era dengan kejadian masalalu, namun bukan berarti masalalu (sejarah) menjadi prioritas untuk kesekarang. Yang utama ialah kesekarangan dan menjawabi masalah2 faktual yang terjadi.

(Orang2 juga begitu. Menjalani hidup yang kesekarangan. Memang, status kita umumnya kurang membaca tentang masalalu. Namun, sekali pun telah membaca, jawabannya juga sama. Bahwa: hidup itu tidak terlepas dari situasi keadaan yang ada.

Dahulu kala, di era kerajaan. Semua manusia pun membentuk kerajaan demi kerajaan masing2. Namanya, ikatan kemanusiaan. Siapa yang berbudi luhur atau siapa yang punya keberanian lebih akan menjadi penguasanya. Saat berkuasa, mereka berupaya untuk membuat tatanan moral yang lebih baik buat manusia.

Hanya saja, manusia juga dibekali oleh akal dan hawa nafsu. Ada yang mengumbar hawa-nafsunya, ada yang menjaga dan ada yang ala kadarnya.

Ada juga yang kuat menggunakan akalnya, lalu dengan akal itu digunakan kebaikan, ada. Ada juga yang dengan menggunakan akalnya, lalu digunakan kejahatan, ada.

Lalu ada penguasa yang buruk dan mengumbar hawa-nafsunya, ada. Maka terjadilah upaya untuk mensejahterakan dirinya dengan cara menjajah 'klan' yang lain. Sebagaimana game (permainan) itu.

Saat kekuatan terkumpul, maka mengupayakan untuk menaklukkan daerah lain. Tujuannya, penguasaan daerah tersebut.

Kekuasaan ada yang digunakan untuk "kegagahan" atas nama lalu berpoya2: berpoya2 menjalani pola kehidupannya, menuruti nafsu2nya. Atau, bisa jadi, mempertahankan nama 'leluhurnya', sekurang2nya agak fanatik dengan nama 'leluhurnya' hingga kemudian dengan berbagai cara untuk mempertahankan dan lebih membesarkan sanad-keluarganya.

Nah itu di masa kerajaan. Sekurang2nya begitu.

Lha sekarang, umumnya bukan lagi berada pada situasi kerajaan, melainkan ada pada situasi kemerdekaan dan globalisasi. Itulah situasi secara umum. Dan itu juga tentu saja, mempunyai ikatan dengan masa-lalu.

Namun ketahuilah, bahwa hidup itu berurusan dengan masalalu, masadepan, dan kekinian. Hidup itu bukan hanya tentang keindividuan melainkan jalinan-dengan-individu lainnya. Kalau kau terus menerus memikirkan tentang hidup, kenalilah bahwa sekarang kau pun masih hidup. Bukankah kau membutuhkan 'sesuatu' tentang hidupmu itu? Kau butuh makan, carilah. Kau butuh uang, carilah. Kau butuh kerja, carilah. Dan seterusnya... karena begitulah hidup)

Dan sebelum sampai kesekarangan, pastinya manusia berurusan dengan kesebelumnya itu (inilah yang dimaksud manusia yang menyejarah) yang diukur dengan baik-buruk. Artinya ada hukum yang membatasi.

Keberadaan hukum adalah suatu aturan yang ditetapkan dengan tujuan kebaikan untuk manusia.
***
Apa point utama yang kau sampaikan pada tulisan ini, yang berhubungan dengan 'data' sejarah?
***
Memahami situasi dan kondisi individual. Itulah yang hendak saya kabarkan. Memahami situasi individual atas kehidupannya.

2019

Belum ada Komentar untuk "Memahami Situasi dan Kondisi Individual"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel