Rocky Gerung dan Filsafat di Indonesia

Rocky Gerung dan Filsafat di Indonesia: terma filsafat di indonesia semakin ramai ketika ramai juga film yang berhubungan dengan filsafat.

FILOSOFI KOPI

Sebelum Pak Rocky Gerung ramai di televisi, youtube, WA, Tweetter dan Facebook; indonesia mulai diperkenalkan dengan terma filsafat dengan adanya film filosofi kopi.

Film yang membicarakan tentang filsafatnya ngopi. Tentang sebuah rasa yang ada di dalam kopi. Tentang bagaimana upaya meracik kopi. Tentang bagaimana perjuangan mendapatkan kopi. Tentang bagaimana kehidupan yang difokuskan pada kopi.

Di saat itulah masyarakat mulai semakin mengenal tentang filsafat dan bertanya2 tentang kehidupan dan keindahan kehidupan. Satudua orang mulai membicarakan filosofinya masing2.

Tema2 yang berhubungan dengan filosofi semakin dicari. Filosofi yang dicari oleh sebagian besar manusia indonesia ialah filosofi hidup. Bukan tentang rumitnya teori filsafatnya orang yunani.

Dengan keramaian filosofi tersebut, semakin dicarilah tokoh2 filsafat dan paling mencuat diantara tokoh2 filsafat ialah Pak Rocky Gerung.

ROCKY GERUNG DAN FILSAFAT EROPA

Kecenderungan Pak Rocky Gerung ialah filsafat eropa. Alasannya, karena beliau berstatuskan agama nasrani. Sekurang2nya, untuk di indonesia, tema filsafat memang harus diorientasikan kepada Agama Nasrani. Alasannya, karena agama islam, lebih cenderung pada pondok pesantren dan pola majelis yang mengakarat.

Tokoh filsafat yang berangkat dari agama islam, sejuah ini, tingkat populernya kalah dengan kyai dan habib; seperti Pak Nurcholis Majid dan Pak Ulil Absor Abdala. Sebab, saat mereka berbicara filsafat, tidak murni membicarakan filsafat yang itu dari yunani. Masih 'terembel-embel' pola keislaman. Mau tidak mau, karena mereka adalah muslim. Dengan alasan seperti itu, dulu, saya berharap bisa kuliah filsafat yang murni filsafat, artinya lepas dari jerat-agama-islam. Dan itu lebih mendekatkan diri kepada agama nasrani.

Karena beliau berstatuskan agama nasrani, maka bisa jadi lebih konsen pada filsafat, yang kemudian bertalian dengan agama nasrani. Sebagaimana pola filsafat dan agama di eropa, bahkan dahulu kala, di era kebangkitan filsafat. Dan kebermunculan filsafat yunani di romawi (eropa).

Keberadaan Pak Rocky Gerung dengan terma filsafat, terbawa oleh arus filsafat yang ramai di era kekinian, yakni Hermeneutika. Yakni tafsir teks. Tafsir teks yang bisa dikaitkan dengan situasi sosial. Selain hermeneutika, tentu saja, pembacaan berhubungan dengan filsafat kekinian: sibuk logosentrisme dan sosial kontemporer.

Namun saat terjadi pada lapangan (realitas) keberadaan Pak Rocky Gerung, cenderung menjadi orang yang bijak, yakni menjadi pelaku filsuf. Dan contoh yang tepat ialah laksana ia berada dikalangan orang2 sofis.

(Orang2 sofis adalah orang2 yang dikenal mempunyai kebijaksanaan dan kebijaksaannya laksana kebenaran).

Dan beliau mempertanyakan itu semua. Solusi yang ditawarkan: gunakan akal sehat.

Hal itu didukung juga oleh situasi sosial dari para pemangku kebijaksanaan, yang banyak berkata minim realitas. Yang suka menggrogoti rakyat, selain itu, rakyat juga kurang 'cerdas' mendayakan akalnya; disitulah beliau berperan sebagai kritikus.

Belum ada Komentar untuk "Rocky Gerung dan Filsafat di Indonesia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel