Epistemology Dialektika Tinjauan pendidikan di Indonesia (desa wargomulyo) Era Modern

Epistemology Dialektika Tinjauan pendidikan di Indonesia (desa wargomulyo) Era Modern -Bahwasanya, lembaga pendidikan, yang di dalamnya ada pengajar dan pelajar. Di dalam pikiran pengajar dan pelajar, berorientasi pada serius yang hiburan dan hiburan yang serius.

Maksud dari ‘serius yang hiburan’ adalah pelajar itu menanggapi pelajaran sebagai sesuatu yang semestinya serius, namun malah ditempatkan menjadi sesuatu yang itu hiburan.

Maksud dari ‘hiburan yang serius’ adalah pelajar itu menjalani ‘realitasnya’ antara hiburan yang serius. Hiburan termasuk adalah tentang game, film, lagu, atau hal-hal realitas-yang berbaur dengan totalitas kemanusiaan, semestinya pelajar menjalani tugasnya sebagai pelajar.

Hal itu terjadi karena kebutuhan manusia di era modern: yakni kebutuhan yang berkaitan dengan pelsiran, teknologi, dan hiburan: yang sangat menekankan manusia untuk ‘kerja’: syarat untuk mencukupi kebutuhan adalah kerja. Dengan kerja, maka mendapatkan uang. Dengan mendapatkan uang, maka mampu untuk memiliki teknologi, memiliki hiburan (film, lagu, pelsiran, nongkrong, senang-senang: ) padahal, semestinya, pelajar adalah sibuk pada pelajaran. Namun di dalam pemikirannya telah dirasuki tentang keuangan dan kebutuhan akan realitas yang sebenarnya. Sebabnya, karena keterpengaruhan oleh system-system yang berlaku.

Terlebih lagi, kebutuhan atau orientasi keumuman masyarakat yang terjadi adalah tentang menjalani hal praktis, dari kehidupannya, yakni hal praktis untuk bertahan hidup. Hal praktis untuk menjalani hidup: itu pun terpengaruh oleh keagamaan, keagaman yang menuntut untuk hidup ada apadanya. Dan semburan untuk kebutuahan ilmu. Sehingga intergral atau ketotalitasan dari lembaga-pendidikan penting untuk ditekankan: upaya penekannyanya di arahkan kepada dua pokok utama dari pihak pendidikan. Yakni pelajar dan pengajar.


Epistemology Dialektika Tinjauan pendidikan di Indonesia (desa wargomulyo) Era Modern

Lembaga pendidikan adalah suatu system yang telah tertata dan mempunyai aturan yang berurusan dengan pendidikan: setidaknya, kalian mengertilah apa yang kumaksudkan ini: seperti sekolahan atau bahkan perkampusan, yang pasti kepersekolahan.

Pengajar adalah mereka yang menjadi guru, mereka yang mengajarkan untuk mencerdaskan pelajar, untuk mentransfer pengetahuan, atau mempunyai kuasa di dalam kelas, menjadi orang yang membimbing pada situasi kelas.

Pelajar adalah mereka yang menjalani proses untuk pemahaman, yang mendengar serta menjalankan apa yang dibimbing, dan apa yang diarahkan.

Hiburan adalah kegiatan berkaitan dengan sesuatu yang itu bukan keseriusan, tujuannya untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan. Disini ditekankan, bahwa hiburan adalah seperti halnya, permainan (game), mendengar musik, menonton film, dan hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut, yang dikenakan pada pelajar.

Serius adalah sesuatu yang semestinya dijalankan oleh pelajar, yakni berkesibukan terhadpa pelajaran. Bukan berarti tidak adanya hiburan. Hiburan adalah upaya kebebasan, dan itu wajar. Namun disini, berdaya tidak ada pembauran antara hiburan dan keseriusan.

Tujuanku dengan mengatakan seperti ini berdaya untuk menjalankan kemanusiaan secara normal, yakni bersaing dalam hal ilmu. Sehingga tidak sekedar menjadi kaum konsemeris terhadap keilmuan orang, melainkan juga, sebagai pelasksan dari keilmuan itu sendiri; bahkan membuat ide terhadap keilmuan.

Belum ada Komentar untuk "Epistemology Dialektika Tinjauan pendidikan di Indonesia (desa wargomulyo) Era Modern"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel