PERMAINAN KATA DI DALAM PIKIRAN







Apa yang kau resahkan terhadap keduniaan ini? Tentangkah materi, tentangkah harta, tentangkah orang-orangnya, tentangkah dunia, tentangkah sesuatu yang ada. Sesungguhnya apa yang kau resahkan di dunia ini? Tentangkah ketidak-rukunnya orang-orang, tentangkah keinginan-keinginan yang tidak terwujud. Tentang apakah yang kau resahkan dari kehidupan ini? Ya, sesungguhnya: apa yang kau pikirkan terhadap kehidupan ini? Atau jangan-jangan kau terlalu banyak berpikir, terlalu panjang berangan-angan terhadap kehidupan ini: atau terlalu mengedepankan hasrat-hasrat di dunia ini.

Aku menuduh, kau terlalu banyak berpikir, terlalu mengedepankan akalmu. Seakan-akan seluruh hidup itu akan selesai kalau itu dipikirkan belaka. Atau jangan-jangan, kau berusaha untuk membrakot dunia, ingin mengusai dunia, ingin menjadi pahlawan bagi dunia: entah itu atas nama agama, atau atas nama jabatan. Yang mana setiap katamu adalah sabda. Setiap katamu adalah perintah. Setiap katamu dilaksanakan. Pendek kata, kau ingin memimpin manusia-manusia yang ada di sekitarmu,

Kau ingin mengedalikan orang-orang disekitarmu. Namun faktanya, kau tidak menjadi apa-apa dan kau sibuk dengan pemikiranmu. Atau,

Apa yang kau resahkan didunia ini? Tentangkah orang-orang yang payah akan makannya: tentangkan orang-orang yang tidak taat beragama, tetangkah orang-orang yang tidak sejahtera. Tentangkan orang-orang yang tidak mau bekerja. Atau tetang hal-hal realistis yang menyangkut tetang kehidupanmu.

Seperti, anak-anakmu yang bodoh. Atau orang-orang yang tidak pahaman. Atau tentang orang-orang yang nakal. Atau tetang orang-orang yang mulai mata duitan. Atau tentang orang yang ingin menguasai. Atau tentang orang-orang yang ingin kaya raya. Atau tentang orang-orang tidak patuh terhadap Tuhan. Atau tentang moral yang amburadul. Atau tentang orang-orang yang sibuk degan dunianya sendiri.

Kataku, sudahlah jangan dibuat serius tentang keberadaan ini; jalanilah peranmu. Jalanilah apa yang penting kau jalani. Saat kau mengeluh terhadap kemanusiaanmu: itu wajar. Saat kau bersedih, itu wajar. Saat kau bahagia, itu wajar.

Saat ada orang yang mementingkan dirinya sendiri, itu wajar.

Saat orang-orang mulai menanggalkan Tuhan, itu wajar.

Saat orang-orang lalai perintah-Nya, itu wajar.

Saat orang-orang mengeluh tentang dunia, itu wajar.

Saat orang-orang ingin berkusa, itu wajar.

Saat orang-orang mementingkan keinginannya, itu wajar.

Tugasmu, kau mempunyai tugas bukan? Itulah peranmu. Kau mempunyai peran bukan? Itulah peranmu. Kau harus ikhlas terhadap apa-apa yang menimpamu. Jika kau bertanya, bahwa ikhlas itu berat? Jawabku, seberapa berat ikhlas itu: 10 kg, 20 kg, atau 100 kg. Jika kau bertanya, ikhlas itu payah? Jawabku, seberapa payahnya ikhlas itu? Atau jangan-jangan itu alasanmu bahwa kau tidak berdaya diri untuk menjadi ikhlas. Atau kau sendiri yang mempayahkan tentang apa-apa yang terjadi kepadamu? Artinya, kau sendiri yang meresahkan terhadap apa yang kau resahkan?

Sekarang, katakan padaku secara terang dan gamblang: apa yang kau resahkan? Sungguh, aku akan mejawab dengan jawaban yang masuk akal. Sangat masuk di akal.

kalau kau kurang uang, maka kau harus bekerja.

Kalau kau kurang ilmu, maka kau harus belajar.

Kalau kau kurang iman, maka kau harus beriman.

Kalau kau kurang paham, maka kau harus belajar paham.

Kalau kau dikenai masalah keluarga, maka kau harus dibicarakan.

Kalau kau dikenai masalah social, maka harus dibicarakan social.

Maksudku, jangan-jangan kau tidak mengetahui ‘letak’ soal yang ada pada dirimu. Jangan-jangan kau tidak paham dengan masalahmu sendiri.

Belum ada Komentar untuk " PERMAINAN KATA DI DALAM PIKIRAN "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel