Jadilah Karena Allah








Saat engkau melaksanakan sesuatu, sertakan karena Allah. Jangan hanya disertakan, jadilah karena Allah, Taufik. Sungguh hal itu yang termat penting bagi dirimu; bukankah engkau percaya kepada-Nya, maka teguhlah kepercayaanmu. Kokohkan sekali lagi tentang kepercayaanmu tersebut. Jika kendalamu adalah alat untuk sampai ke sana, atau hal itu berkaitan dengan ilmu; yakni cara.

Saya mengetahui engkau telah mengetahui bagaimana cara untuk karena Allah.

Jangan repotkan, tentang ilmu, Taufik, sungguh engkau telah berilmu.

Jangan repotkan tentang cara, Taufik, sungguh engkau mengetahui caranya.

Jika soalmu adalah tentang ilmu: katakana padaku, ilmu apa yang kurang, Taufik? Apakah engkau terkena kendala karena engkau tidak mempunyai status di masyarakat? Ah mengapa juga harus mempunyai status di masyarakat, sekarang buktikan, kepada dirimu, bahwa engkau percaya Allah.

Buktikan kepada dirimu, bahwa engkau percaya kepada-Nya.

Buktikan kepada dirimu, bahwa engkau benar-benar percaya kepada-Nya.

Sebab, saya pikir, engkau tidak benar-benar percaya kepada-Nya, sehingga alasan utamamu adalah tentang ilmu; memangnya apa yang engkau ketahui tentang ilmu? Maksud yang hendak engkau tuju tentang ilmu itu apa?

Katakan! Katakan! Katakan!

Bukankah engkau kuliah filsafat: yang sering dan kerjaannya bertanya: apa itu ilmu? Darimana ilmu itu berasal? Mengapa harus diadakan ilmu?

Harusnya engkau mampu menjawab itu dengan mudah, dan terang. Tapi engkau telah membaca di zaman kekinian, di zaman postmodern, masalah utama adalah karena zaman menjelma zaman informasi, zaman menjelma melek pengetahuan; zaman menjelma pamer-pameran dan itu wajar; karena begitulah manusia.

Apakah engkau memamerkan apa yang ingin engkau pamerkan? Sertakan karena Allah, Taufik.

Apakah engkau mengeluh apa yang ingin engkau eluhkan? Sertakan karena Allah, Taufik.

Sungguh yang saya tawarkan ini tentang hal-hal sederhana yang sering diucapkan tapi lalai ditaruk dalam pemahaman. Engkau harus mencari factor-faktor yang terjadi tersebut, Taufik. Engkau harus mencari-cari sebab musabab mengapa orang sering mengucapkan tapi lalai dengan apa yang diucapkan tersebut, atua bahasa lainnya, tidak terlaksanakan apa yang telah dipercayainya tersebut, bukankah engkau adalah mahasiswa filsafat. Bukankah ini dari filsafat adalah tentang pemahaman.

Namun saranku, Taufik, tetapkan pencarianmu itu karena Allah. tetapkan peta pemikiranmu karena Allah, Taufik. Ingat, perkataan boleh saja diucapkan dan gampang diucap, tapi terapkan dalam pemikiranmu bahwa itu karena Allah. Begitu ya!

2017

Belum ada Komentar untuk " Jadilah Karena Allah "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel