Buat Kekasih: Tentang 'Pemahaman' Hidup Yang Terjadi






Jika kau merasa 'berubah' dengan kehidupanmu, dengan sudut pandangmu, dengan proses-proses keduniaanmu, tentang proses keakhiratanmu, atau tentang apa-pun itu, saat engkau menjumpaiku:



Kataku, inilah masanya engkau berubah, berubah dalam arti, yang mengeluarkan sisi-sisi kejiwaan aslimu, tentang kecintaan-kecintaanmu, atau bahkan tentang hasrat-hasratmu; maka di saat inilah engkau lebih menyadari tentang nafsu-kemanusiaan; lebih memahami tentang sesuatu yang disebut mahluk, tentang sesuatu yang disebut manusia. Inilah masanya engkau berubah; dalam arti engkau lebih mengerangkengkan tentang nafsu kemanusiaan dan mengingat tentang keilahian, yakni menyandarkan ke hal dasar: yakni keimanan kepada-Nya.



Bukankah yang saya tawarkan adalah sesuatu yang sederhana, yakni, tentang cinta yang biasa, tentang cinta yang selayaknya manusia menyinta:



Punya hasrat ingin bertemu

Hasrat ingin melindungi

Hasrat ingin menguasai

Hasrat ingin menyelamatkan

Hasrat ingin berbenah diri



Hanya saja, saya mendorongmu--itu terjadi, karena saya berharap, kita telah sepakat dan tidak ada trouble tentang keakuan di antara kita: aku enggan sibuk mempersoalkan tentang keakuaknu, begitu juga aku enggan sibuk mempersoalkan tentang keakuanmu; ringkas kata, aku ingin mereka, semakin merdeka dan kita merdeka dalam tali-Nya, yakni kita benar-benar meyakini bahwa kita harus berserah kepada-Nya-- untuk mencintai mahluk-Nya: siapa itu mahluk-Nya? yakni setiap mahluk yang ada.



Karena itu terlalu besar, maka saya tekankan, bahwa:

Kamu harus mencintai dirimu

Selanjutnya, kamu harus mencintai saudaramu

Harus mencintai kerabatmu

Begitulah seterusnya.

Jika engkau belum mampu mencintai dirimu, maka marilah kita sama-sama berdaya diri untuk mencintai diri; yakni menyelematkan tentang tugruban duniawi serta ancaman akhirat-Nya.



Namun, saya menganjurkan, bahwa engkau harus mencintai Dia yang menguasai tentang para mahluk-Nya, berdaya diri mencintai-Nya semampu dayamu:



Janganlah engkau melampui cinta-Nya kepadaku, karena saat engkau mencintaiku melampaui mencintai-Nya, maka engkau akan terkena efek-efek tentang kemanusiaan:



Dibajui hasrat kemanusiaan

Diselimuti hasrat kerinduan



Sekali pun itu payah, atau jika engkau merasakan hasrat kemanusiaan: bersabarlah, sebab aku juga merasakan apa yang kau rasakan, karena aku pun adalah manusia yang dibajui hasrat-kemanusiaan.



Dan kembali tentang pembicaraan, yang kini kita menjadi semakin 'unik' menangkap tentang proses-proses rajutan kehidupan.



Sesungguhnya begitulah proses kehidupan, sebelum itu kita harus bertirai dan tertutup, yang lamat-lamat hingga pada akhirnya dibukakan jalan untuk lebih 'paham' tentang keduniaan, tentang tetek-bengek jalinan kemanusiaan.



Jika kau berubah lantaran kau bertemu atau berjumpa denganku, maka sungguh pun aku juga lebih lesat lagi melejit merasakan perubahan saat aku bertemua dan berjumpa denganmu.



Sebab, sebelum ini, kehidupanku laksana sesuatu yang 'hampa', maksudnya, belum benar-benar menjelma layaknya manusia.



Karena engkau telah berubah, nasihatku:

Tetaplah kencangkan iman kepada-Nya, pakailah tentang sunah; jangan begitu dipaksakan, jangan begitu diberatkan. Jalanilah selayaknya 'manusia' lainnya, yang tetap membutuhkan manusia lainnya.

Jika engkau mengeluh, mengeluhlah.

Jika engkau bahagia, berbahagialah.

Jika engkau sedih, bersabarlah.

Jika engkau melihat sesuatu yang terkesan lucu atas nama 'jalinan manusia'.

Kataku, memang begitulah takdir-Nya.



2017

Belum ada Komentar untuk " Buat Kekasih: Tentang 'Pemahaman' Hidup Yang Terjadi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel