APA MODALMU KULIAH FILSAFAT





Apa modalmu kuliah filsafat?

Jawabku, aku tidak tahu arah pertanyaanmu dengan pasti, yang pasti modal utamaku kuliah filsafat adalah keinginan untuk memasuki dunia filsafat, menjadi seperti guruku, yakni menyelamatkan pemikiranku, itulah modal utama kuliah filsafat. Jika arah pemikiranmu tentang pengetahuan:

Maka jawabku, pengetahuan tentang filsafat bagiku teramat dangkal dan bahkan acak-acakan; saya pun tidak mengetahui secara pasti mengapa kuliah filsafat kecuali pemikiran saya. Itu saja.

Jika arah pertanyaanmu tentang materi atau pekerjaan? Jawabku, tidak ada, sebab yang saya kejar adalah pemikiranku. Tentang sesuatu yang ada di dalam pemikiranku. Itulah yang saya tuju terhadap filsafat. Pikirku:

Ketika pemikiran orang telah benar, maka pekerjaan apa-pun itu akan mudah dikerjakan. Namun jika pikiran orang tidak benar, maka yang terjadi akan umpuk-umpukan terhadap sesuatu yang bernama materi atau bahkan system-sistem yang utama.

Pikirku:

Pemikiranku tidak karu-karuan, maka solusi utamanya, mengobati pemikiranku itu sendiri. Dan tidak ada yang mampu mengobati kecuali pemikiranku sendiri, yang itu harus melewati beberapa proses, tentu terpaan waktu dan pemataan akan sesuatu yang berkaitan dengan pemikiran. Dan tentu saja, manakah jurusan untuk menyelamatkan pemikiran kecuali kuliah filsafat.

Apakah psikologi masuk pada tataran pemikiran? Benar psikologi masuk pada tataran pemikiran. Namun arah pemikiranku, bukan saja pada sesuatu di dalam diri manusia, melainkan menghendaki untuk sesuatu yang itu di luar diri manusia (metafisika)—hal itu tentu terpengaruh dengan kajian keislaman, yang itu tidak hanya saja membahas tentang penampakan demi penampakan, namun sesuatu yang itu tidak tertampakan (pembicaraan tentang aqidah atau keimanan).

Jika begitu, mengapa kau tidak masuk kuliah filsafat keislaman, sebab tawaranmu tentang pengetahuan yang itu juga mengarah pada keislaman, atau, mengapa kau tidak kuliah di Jawa (jawa tengah lah, karena gurumu ada di sana). Pikirku:

Karena saya tidak mau terembelkan atau diatasnamakan keislaman, sebab kalau sudah dibatasi islam, tentu pengetahuan itu telah terbatas oleh islam. Telah diikat oleh atas nama islam, dan saya tidak mau seperti itu. Pengetahuan yang saya mau adalah murni tentang pengetahuan. Tidak ada kesertaan tentang atas nama islam. Sebab sejauh ini, saya melihat—mungkin sesuatu yang terlihat olehku—pelaku-pelaku islam terlalu kaku menyampaikan islam. Apa yang dimaksud kaku? Yakni, orang-orang laksana diharuskan melakukan ini-itu, dan kemanusiaan itu laksana terikat oleh atas nama keislaman. Sekali pun saya berbackgrone keislaman, yakni senantiasa berada di naungan islam. Berada pada atap-atap islam: alas an utama berada di atap islam, supaya pemikiran saya senantiasa terlindung dari akhlak islam. Saya memang menyetujui akhlak islam, dan gaya keislaman, itulah sebabnya saya senantiasa berlindung di atap keislaman. Tujuannya, supaya akhlak saya terjaga, supaya akhlak saya tidak liar.

Namun keputusan saya, tetap saja, jatuh untuk menekuni filsafat. Bukan yang lain, dengan alasan utama, pemikiran saya. Dan modal saya, keinginan untuk kuliah filsafat. Itulah modal saya.

Sekedar modal keinginan untuk kuliah filsafat. Itulah modal utama. Yakni pemikiran saya, dan bekas-bekas pembacaan saya.

Jika ditanyakan ulang, apa modal utamamu kuliah filsafat?

Jawabku, keinginan untuk kuliah filsafat.

Jika ditanyakan lagi, keinginan seperti apa?

Jawabku, sesuatu yang aku inginkan.

Jika ditanyakan lagi, tujuan apa?

Jawabku, pemikiranku. Itulah tujuan utamaku.

2017

Belum ada Komentar untuk " APA MODALMU KULIAH FILSAFAT "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel