Proses Mencari Analisis Kritis Terhadap Pandangan Kenegaraan Sayyid Qutb


Di dalam pemikiran saya, hari ini, terseting begini: bahwa saya akan meganalisis secara kritis pandangan kenegaraan Sayyid Qutb. Semetara saya masih kurang memahami apa itu analisis kritis itu sendiri. Malah bahkan saya kurang memahami tentang analisis itu sendiri. Apakah ini kemendadakan di dalam pemikiran saya sehingga saya tidak mengetahui secara pasti apa itu analisis. Proses menganilisa. Proses terjadinya menganalisa.

Dalam pikiran saya:

Apakah dalam kehiduapan yang telah terjadi, sehari-hari tidak pernah terjadi proses menganalisis? Apa bahasa dari analisis secara mudah dan dikatakan pada satu kata, pada kehidupan harian?

Jawabnya: proses menganalisa. Itulah analisis: yang tempatnya, berada di dalam pemikiran, yang sebelum itu telah terdata pengetahuan (yakni sesuatu yang terketahui). Artinya ini bahasa lain dari pengalaman. Saya telah mengetahui, degan pengetahuan itu, maka saya mulai menganalisis: mungkin bahasa lainnya memilih-milihnya, membagi-bagikan, memetakan-petakan data-data yang tersedia, yang itu berada di dalam pemikiran. Begitulah mengalisa.

Sesungguhnya apa perbedaan analisis dan meneliti? Mungkin cenderung kepada penyebutannya. Jika meneliti itu sudah pasti menganalisis.

Namun agaknya, analisis itu proses yang telah melihat sesuatu yang terjadi, dan mungkin hampir serupa dengan meneliti. Dan penggunakan bahasanya saja lebih tepat dengan kata selanjutnya yakni, kritis.

Bisa jadi, analisis-kritis itu kata yang disatukan mejadi satu. Bukan terpisah. Wal-hasil, itu menjadi sesuatu sudut pandang penglihatan. Sudut pandang untuk melihat sesuatu tersebut. Sesuatu itu ialah pandangan kenegaraan Sayyid Qutb. sayangnya, penempatan kata jika diartikan mejadi: sudut pandang, maka itu bukanlah proses penglihatan kritis, dan penggunaan katanya tidak tepat: andai, perspektif Kritis Sayyid Qutb.

Tentu itu adalah misalnya begini, Pandangan Kenegaraan perspektif Sayyid Qutb. maka hal tersebut, tetu lebih mudah dibanding Analisis Kritis Terhadap Pandangan Kenegaraan Sayyid Qutb.

Perbedaan tema tersebut begini:

Jika, pandangan kenegaraan perspektif Sayyid Qutb. maka ending yang didapat ialah beginilah pandangan kenegaraan menurut sayyid Qutb. sebab bahasa lain dari ‘pandangan kenegaraan sayyid qutb’ berarti sayyid qutub melihat bahwa Negara harusya begini: inilah Negara yang diidamkan Sayyid Qutb.

Sementara itu,

Analisis kritis kenegaraan terhadap pandangan kenegaraan Sayyid Qutb. maka sudah pasti, kenegaraan versi sayyid qutb, yang mungkin belum ‘terbangun’ secara sistematik, penting dibangun dan ditata sehingga membentuk kenegaraan, setelah itu barulah dianalisis dan dikritisi terhadap sesuatu yang ada. Ending dari kritis, tentu tidak harus melihat secara kekurangan dan kelebihan; bisa saja anggapan kritis ialah melihat sesuatu secara jeli dan cermat lagi cermat.

Ini adalah tentang kritis. Maka mari dikenang tentang ungkapan kritis yang biasa digunakan; ia orang yang kritis melihat sesuatu. Ia orangnya sangat kritis. Artinya, hati-hati sekali saat menyimak terhadap apa yang didengar. Melihat keadaan-desa sangat jeli sehingga mampu mengkritiknya. Dan ungkapan-ungkapan yang diberikan kepadnya itu disebut: kritik. Dan tindakan itu disebut kritis.

Jika diletakkan pada pasien, atau orang yang berada di rumah sakit. Maka penggunaaan kata kritis dimaksud bahwa suatu keadaan pasien itu tidak menentu dan bahkan hampir meninggal: orang mengatakan, keadaannya kritis. Siapa yang meyebut awalnya keadaan kritis tersebut? Dia adalah dokter. Dokter menyebut itu, karena dia melihat dari secara cermat dan jeli, secara pegalaman, dan ukuran medis bahwa si pasien keadannya melampaui stabil, bahasa lainnya, medekati kematian. Itulah kritis.

Belum ada Komentar untuk " Proses Mencari Analisis Kritis Terhadap Pandangan Kenegaraan Sayyid Qutb "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel