MASA LALU DAN PENGETAHUAN



Pengetahuan itu tentang tangkapan masa lalu. Seperti halnya saat kita melaksanakan ujian, maka yang terjadi adalah tangkapan terhadap apa yang pernah dilalui. Oleh karenanya, orang seringkali menyebut dengan ulangan. Bukan tentang ujian, melainkan: ulang.

“Besok kita ulangan,” kata seseorang. Maksudnya mengulangi pelajaran yang telah dilalui. Mengulang-ulang kembali apa yang telah dilaluinya, yakni sesuatu yang dikirimkan guru atau dibimbing oleh guru, atau yang diarahkan oleh guru.

Itulah yang terjadi pada dunia pengetahuan, senantiasa mengulang-ulang pengetahuan yang telah diberikan. Tujuannya, menjalankan apa yang telah diulangkan. Hingga kemudian, saat diulangkan kembali atau mengingat kembali secara sempurna, pastilah menemukan sesuatu yang baru; itulah namanya pembaruan dalam dunia ilmu. Pembaruan yang berkaitan kuat dengan pendidikan. Hal itu akan semakin menampak jika arah pengetahuan di arahkan pada sains atau teknologi.

Namun sebenarnya tidak terbatas dengan teknologi, agama pun begitu. selalu bersejajaran dengan keadaan zaman; yakni adanya pembaharuan dalam pelaksanaan keagamaan (saat membicarakan tentang pelaksanaan keagamaan tentu saja, dominasi kuat adalah tentang fikih dan tata aturan keberagamaan secara penampakan, yakni agama memutuskan tentang keadaan yang ada; seperti halnya, bagaimana hukumnya sains atau technology yang baru; bagaimana peran agama di saat zaman mulai melesat tentang permesinan? Bagaimana agama memainkan peran disaat ilmu pengetahuan-technology eksis?) agama menyesuaikan dengan keberadaan zaman, bukan tentang penentangan terhadap keberadaan zaman. 

Zaman tidak bisa ditentang, melainkan keadaan zaman harus dijalani. Karena memang begitulah zaman. Dan pengetahuan itu, tentang masa lalu itu, harus tertangkap benar-benar oleh pelajar, yang kemudian saat ulangan, maka harus mampu mengulang apa-apa yang ditawarkan. Dengan menyertakan data-data, yang kemudian dengan data tersebut jadilah bukti objektif. 

Soal menyonto, tentu itu salah si pelajar yang menyonto. Mengapa hendak menyonto, padahal tanggung-jawab pengetahuan itu di pikul oleh dirinya sendiri. Pengetahuan itu berfungsi kuat untuk dirinya sendiri. 

Namun seringkali kita jumpai bahwa orang-orang kurang mengetahui tentang makna simple ‘pengetahuan itu untuk si pencari pengetahuan’ bukan tentang orang lain, orang lain itu adalah pembantu untuk pencapaian si pencari mendapatkan pengetahuan.

Mengapa itu terjadi, karena seringkali ‘si pencari’ tidak benar-benar membutuhkan apa yang dicari, di dalam dirinya tidak ada pemikiran untuk membutuhkan apa yang hendak dicari tersebut. Sehingga, si pencari lalai bahwa dirinya adalah pencari. Si pencari malah berperan menjadi ‘si pejalan’ yang menikmati waktu untuk berpengetahuan.

Sudah semestinya, jika si pencari mengetahui bahwa pengetahuan adalah pengulang-ulangan pelajaran apa yang dipelajari, maka si pencari harus benar-benar menangkapkan terhadap apa-apa yang dipelajari, harus ditangkap benar-benar di dalam pemikirannya, tertangkap secara cermat apa-apa yang dipelajari, sehingga dirinya pastilah akan sibuk dengan data-data pengetahuan.

Itulah tugas dari si pencari pengetahuan. Bakal sibuk dengan data-data pengetahuan, yakni menghafalkan data-data yang tujuannya untuk menyentuh fakta. Menyentuh realitas. Karena realitas itu campuran dari berbagai pengetahuan. Namun sering terjadi, bahwa si pencari pengetahuan terburu untuk menyentuh realitas, karena seakan-akan dirinya merasa pandai terhadap realitas yang bercampur baur rangkaian-pengetahuan itu.

Ringkas kata, si pencari pengetahuan harus mengetahui bahwa data-data pengetahuan itu harus dihapalkan, karena zaman mengajak untuk itu, yang tujuannya untuk menyentuh realitas, yang berbaur dengan pengetahuan-pengetahuan yang lain. 

Apakah bisa dipahami? Ah setidaknya saya menyampaikan itu, yang terkhusus, tentu untuk bola mataku, untuk pemikiranku. Jika itu bermanfaat buatmu. Syukurlah, berarti pengetahuanku bermanfaat. Demikian.



2017

Belum ada Komentar untuk " MASA LALU DAN PENGETAHUAN"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel