REALITAS TENTANG KERJA: MENGGANTIKAN MALAS

Taufik, janganlah malas. Itulah kunci utamanya. Setiap hari yang pasti kau jangan malas. Bangunnya jangan kesiangan, waktumu itu sebentar. Sebentar saja, maka bersamaan dengan itu, kau bekerja jangan tertekan dengan prinsip kecepatan dan ketepanan: nikmatilah tiap-tiap pekerjaanmu. Nikmatilah apa-apa yang kau kerjakan itu. 

Dengan bekerja setiap hari, maka kau akan menjadi seperti orang-orang dahulu (orang-orang dahulu yang ada di desamu; termasuk kakekmu), yang mana saat mentari menyala: bekerja, dan dhuhur saatnya istirahat. Dan selepasnya bekerja kembali. 

Jika sekarang kau merasa kehabisan ladang untuk bekerja, maka kau harus mempunyai pekerjaan sendiri. Kau harus mencari sesuatu yang itu disebut pekerjaan. Kenalilah sekali lagi tentang fakta-faktamu, seringkas itu, Fik. Kenalilah fakta-faktamu: itulah tugasmu. Tugas yang itu sebenarnya tidaklah payah, adalah faktamu.


 REALITAS TENTANG KERJA: MENGGANTIKAN MALAS 

Tentang rumahmu. Pembersihan di dalam rumahmu. Dan kau menjadi tukangnya. Lalu beserta itu, control juga tentang sesuatu yang ada di rumahmu, barangkali ada yang perlu dibenahi. Maka benahilah. Barangkali gentengnya, temboknya, catnya, piring, gelas, sanyo, mesin cuci, kamar mandi, kamar-kamar, jendela, pintu, kunci-kunci dan seluruh total yang ada di rumah dan penyebutan terhadap rumah. Bahkan bisa jadi tentang kebersihan rumah: kenalilah, itu ialah rumahmu. Maka tugasmu, mengurusi apa yang itu milikmu.

Tentang halaman rumahmu. Jangan abaikan halaman rumahmu, yakni rumput-rumputnya, tanamannya: apakah kekeringan, membutuhkan air, perlu tanaman baru, perlu sesuatu yang baru: perlu tambahan tanaman, perlu sesuatu untuk dibersihkan, atau dirapikan. 

Tentang halaman sawahmu. Yakni hal-hal yang berkaitan dengan tugas sawahmu; kau bisa mengerjakan apa-apa yang bisa kau kerjakan. Jangan banyak mengeluh, jangan pemalas.

Kenailah, tatkala kau kerjakan seluruh total apa-apa yang ditawarkan itu, sesungguhnya itu bukanlah perkara yang sebentar, pastilah bakal menyita waktumu; menyita waktumu kencang-kencang.

Soal hal-hal yang berkaitan dengan sosial, kalau kau punya waktu, maka tunaikan. Kalau tidak ada, maka jangna paksakan. Jangan paksakan untuk membantu sosial: anggap saja—tentu ini harus dianggap—kau mempunyai pekerjaan. 

Belum lagi tentang proses pendapatan pengetahuan. Maka gunakanlah pada waktu yang lenggang, yakni malam. Malam hari, gunakan waktu itu sebaik mungkin, Taufik. Jangan kebanyakan nonton televise atau mendengarkan lagu-lagu: kau mampu menulis, tuliskan. Kau mampu mengevaluasi, gunakanlah. Sesekali bacalah perkembangan pengetahuan total. Bukankah filsafat itu ilmu tentang ketotalan keberadaan yang ada; maka kajilah ulang perihal itu. kajilah untuk menyegarkan pemikiranmu, menyegarkan pemikiran siapa: tentu menyegarkan pemikiranmu. 

Sekali lagi, saran praktis: jangan terburu dengan apa yang kau kerjakan itu. jalanilah menurut kadar kualitasmu. Jalanilah dengan hati yang senang dan gembira: kenalilah, adalah manusiawi jika sedih. Adalah manusia jika manusia mempunyai masalah. Oleh karena itu, nasihat yang baik selalu saja diarahkan pada: saling menyaling dalam hal kebaikan dan dalam hal kesabaran. Begitu ya.

Belum ada Komentar untuk " REALITAS TENTANG KERJA: MENGGANTIKAN MALAS "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel