NASIHAT TENTANG MENULIS


Jangan paksakan dirimu untuk menulis yang engkau sulit menulisnya. Lebih baik engkau menulis yang itu lancar bagi akalmu, dan itu gampang bagi dirimu. Tentu, nyaman bagi bola matamu. Bukankah yang pertama-tama membaca tulisanmu adalah dirimu. Setelah engkau membaca, lalu engkau melihatnya, lalu engkau mengedit, selanjutnya teringang dalam dirimu.

Dan pada saat dunia kenyataan membutuhkan informasimu, dengan mudah engkau menyampaikan, karena engkau benar-benar lanyah terhadap hal tersebut. Terlebih lagi, kenyataan itu berdurasi waktu yang ringkas. Kenyataan senantiasa berdurasi yang simpel. Tidak bakal panjang, tidak bakal menuai waktu lama. Sebab kata-kata yang keluar dari bibir, dan bersuara, memiliki durasi waktu yang lama dibandingkan dengan kata-kata tulisan. Sebabnya, tatkala mulut mengeluarkan aksara, pengejaan, dan gerakan mulut lebih lambat dibanding dunia-ide (Asal-usul kata yang telah tersimpan).

Kembali tentang tulisan:

Tuliskanlah hal yang mudah bagi dirimu.

Hal yang mudah adalah yang sesuai dengan apa yang engkau kuasai.

Dan buatlah tujuan dari setiap menulis.

Buatlah tujuan.

Buatlah tujuan tulisan.

Sampaikan ending dari tulisanmu.

Pendek kata, apa tujuanmu menulis sesuatu?

Kalimat itu penting, penting bagi konsep dikepalamu. Artinya, engkau telah mempunyai garis-besar apa yang ingin engkau tuliskan. Engkau tinggal menuangkan apa yang menjadi idemu.

Tuangkan idemu dalam tulisan. Penuangan dari ide ke tekstulitas, pastinya seringkali lebih ringkas. Namun, jelas-jelaskanlah secara mendetail. Sebuah contoh:

Tatkala saya hendak menulis ‘tentang nasihat menulis.’

Maka dalam benak saya, saya menasihati tentang menulis.

Apa yang saya nasihati, tentu penulis. Penulis yang sulit menulis. Padahal banyak hal yang ingin ditulis. Dan ada ambisi untuk menulis yang wah dan mewah. Maka upaya saya adalah menerangkan supaya jangan terbawa emosi untuk menulis yang wah dan mewah. Namun menulislah menurut apa-apa yagn termudah untuk dituliskan. Namun, jangan sampai lepas pada tujuan. Tujuannya, tentu supaya si penulis melakukan aktifitas menulis.

Tema-tema tentang penulisan, begitu banyak:

Tuliskan tentang sejarah dirimu, menurut pengetahuanmu.

Tuliskan tentang sejarah desamu, menurut pengetahuanmu.

Tuliskan tentang kondisi pasarmu, menurut sepengetahuanmu.

Tuliskan tentang orang-orang yang pernah engkau jumpai, menurut sepengetahuanmu.

Tuliskan tentang pelajaran-pelajaran yang engkau pelajari, menurut sepengetahuanmu.

Tuliskanlah tentang aktifitas harimu, hari ini, menurut sepengetahuanmu.

Dan kalau engkau lelah dengan menulis. Istirahatlah sejenak. Anggap saja, liburan menulis. Liburan sesaat. Lalu keluarlah. Jalan-jalanlah. Lihatlah lingkungan sekitar. Baru tuliskanlah:

Apa-apa yang engkau lihat itu

Apa-apa yang engkau dengar itu

Apa-apa yang amati itu

Apa-apa yang membuatmu tertarik untuk menuliskan

Dan jangan lupa, tujuan dari kepenulisan. Harus mempunyai tujuan yang jelas terhadap kepenulisan. Dan terakhir, jangan lupa, tetaplah membaca. setiap penulis, pasti sering-sering membaca. dan jangan artikan membaca sekedar teks. Membaca lingkungan, membaca keadaan, membaca tanda-tanda alam:

Lalu tuliskan. Tuliskan. Tuliskan.

Jika engkau ingin tulisan yang wah dan megah. Tetaplah amati tentang apa yang engkau anggap wah dan megah. Missal, saya menganggap tulisan wah dan megah kalau saya menulis tentang pemikiran filsuf. Maka disaat saya belum mampu menuliskan tentang pemikiran filsuf itu, saya terus membaca tentang filsuf itu, supaya kata-kata dalam filsuf itu terekam dan melekat dalam diri. Lalu dicobalah sesaat untuk menulis pemikiran filsuf, kalau belum jadi, berarti pembacaannya belum sempurna.

Kalau terhenti dari aktifitas menulis. Maka, tuliskanlah:

Apa-apa yang engkau lihat di sekitarmu

Apa-apa yang terjadi pada dirimu hari ini

Apa-apa yang mudah bagimu untuk menulis.

Hal itu pun, sebelum kau menuliskan, maka kau telah membaca realitasmu: sekarang, tuliskan. Tuliskanlah.

2016

Belum ada Komentar untuk " NASIHAT TENTANG MENULIS "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel