Nasihat: Ilmu-islam itu Harus Dipraktekan: Jangan Dipaksakan



Kau telah mengetahuai keluasan ilmu islam. Luas sekali. Praktekkanlah sebisamu. Semampumu. Jangan dipaksakan. Kalau dipaksakan, sungguh kamu akan kewalahan sendiri. Namun, nikmatilah masa kewalahanmu itu, karena berarti kamu sadar bahwa kamu perlu terus menerus mencoba mempraktekkan.

Hiraukan orang-orang yang memaksamu mempraktekkan. Kamu tahu, untuk mempraktekan ilmu islam, berarti kita harus siap dari bangun-tidur sampai tidur. Itu ada semua ilmunya. Itu ada.

Apakah kamu siap untuk berdoa setiap hari? Yang itu adalah doa secara kanjeng nabi atau para sahabat: kalau tidak secara itu, berarti kamu berusaha mempraktekkannya tapi menurut caramu. Bagiku, tidak apa, kamu masih belajar. yang pasti, berdoalah sebelum engkau melakukan sesuatu. Yakni, ingatlah kepada Allah. Bukankah esensi dari doa adalah mempercayakan kepada allah. Berdoalah.

Apakah kamu siap untuk tidka melakukan dosa setiap hari? Oleh karenanya, kamu harus mengindetifikasikan mana-mana yang disebut dosa, kamu harus tahu, caranya belajar, kalau tidak, maka hati-hatilah dengan perilakumu, karena jangan-jangan itu dosa. Kalau kau berpikir seperti itu, bisa jadi, hidupmu sarat akan ketakutan dosa. Oleh karenanya, kamu harus mengindentifikasi dosa-dosa, dan kamu harus melakukan kebaikan setiap harinya. Kebaikan yang seperti apa? Tentu yang secara islami. Bagiamana kebaikan islami? Berarti kamu harus meneliti apa-apa yang dikatakan baik menurut islam:

Mulai dari bangun-tidur sampai kamu tidur. Ada nilai-nilai kebaikan. Kenalilah.

Apakah kamu siap untuk senantiasa ingat kepada allah? Bahwa apa-apa adalah bakal diawasi oleh-Nya. Apa-apa diperhatikan oleh-Nya. Dan akalmu diawasi oleh-Nya. Itu adalah landasan supaya kamu jangan melanggar dosa-dosa.

Jika itu semua yang saya tawarkan berat, atau membuatmu berat. Maka ringankanlah pemikiranmu. Sungguh, itu semua nantinya bakal tercantol dalam pemikiranmu. Jalanilah yang biasa-biasa saja. Saat kamu bekerja. Bekerjalah. Saatnya ibadah, ibadahlah. Bukankah dengan begitu adalah hal yang mudah? Biasa-biasa saja!

Namun perhatikanlah tentang ini: saat kamu bekerja, tetaplah ingat kepada-Nya. Tatkala kamu melakukan apa-pun, ingatlah kepada-Nya. Semua dalam kuasa-Nya.

Jika kamu berat mengingat-Nya setiap saat. Atau kau bertanya:

“Kenapa aku tidak setiap saat ingat kepada-Nya? Mengapa hal itu bisa terjadi?”

Jawabnya, “Karena kamu kurang melatihnya, sekali lagi, sekali lagi.”

“Bagaimana jika mendadak saya lupa mengingat-Nya?”

Jawabnya, “Berarti rasa imanmu itu sedikit.”

“Bagaimana caranya saya mengingat kepada-Nya secara terus menerus?”

Jawabku, “Biasa sajalah. Belajarlah lebih banyak. Lebih banyak. Kelak dengan mudah kamu akan mengingat-Nya. Bahkan, tak perlu kamu mengingat-Nya, kamu akan disuguhi sesuatu sehingga dirimu akan teringatkan. Missal, tatkala kamu melihat langit. Kamu ingat kepada-Nya. Tatkala melihat bumi, kamu ingat kepada-Nya. Tatkala melihat manusia, kamu ingat kepada-Nya. Namun, untuk mendapatkan itu, membutuhkan waktu. membutuhkan ilmu. Oleh karenanya, belajarlah.”

Belajarlah tentang islam. sekali lagi, lebih lama, dan jangan lupa, sedikit-sedikit praktekkanlah. Sedikit-sedikit, laksanakanlah. Jangan biarkan ilmu itu menempel terus padamu, tularkanlah, sungguh, dengan begitu kamu akan mendapatkan tambahan pengetahuan tentang keislaman. Ingat, jangan dipaksakan sekaligus, sedikit demi sedikit.

Aku melihat gayamu adalah ambisi untuk praktek sekaligus. Itu berat. Berat. Perlahan-lahanlah. Pelan-pelan. Lama-lama pasti akan menjadi banyak.

Laksanakanlah…

Belum ada Komentar untuk " Nasihat: Ilmu-islam itu Harus Dipraktekan: Jangan Dipaksakan "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel