Nasihat: Tentang inti


Telah kau ketahui bahwasanya tentang-inti bukanlah perkara yang simple dan sederhana. Missal, acara inti adalah pengajian; yakni khataman. Maka apakah acara yang paling inti, yakni prosesi khataman itu. Bukan tentang pengajiannya, bukan tentang mauidhah khasanahnya. Bahkan maidoh hasanah adalah acara yang bukan inti. Intinya tetap, pada acara khatamannya. 

Jika memang acara inti adalah maulid, mengundang kiai kondang, maka acara inti adalah adalah saat kiai kondang itu pentas. Itulah acara intinya. Saat kiai kondang pentas, dan isinya: itulah yang penting diamati lagi, apa yang penting dari penyampaian inti kiai kondang. Maka lihatlah tema yang ditawarkan, itulah inti dari apa yang kiai kondang katakan.

Selain dari tema yang ditawarkan, tatkala kiai kondong pentas, maka itu adalah pelengkap, atau embel-embel dari tema yang ditawarkan, atau tentang contoh-contoh tentang tema yang ditawarkan. Atau penguraian dari tema yang ditawarkan.

Pendek kata, ada inti di dalam inti. Kamu harus jeli mengamati hal itu.

Kamu jangan terjebak dengan hal-hal yang bukan termasuk inti. Hal-hal yang bukan inti apakah penting? Tentu penting. Karena itu proses. Maksud saya, janganlah kamu terjebak dengan hal-hal diluar keintian. Kamu harus tetap tancapkan tentang keintian. 

Selanjutnya, kamu harus menerapkan kepada semua hal. Semua hal mempunyai inti. Inti utama dari setiap hal berujung kepada hidup. Apa hidup itu? Ya! Pertanyaan yang sejauh ini kamu gelontarkan itu adalah pertanyaan yang sampai sekarang masih relavan.

Apa tujuan hidup? Itu juga masih sangat relavan. Dan itu penting kamu ketahui, karena pada akhirnya, orang-orang melakukan sesuatu karena ‘hidup’ itu. Hidup memang kata sifat. Manusia telah hidup, maka jangan pertanyakan tentang hidup itu sendiri. Sayangnya, kamu telah mempertanyakan.

Kamu bawa pertanyaan itu kemana-kamana. Dalam jidatmu sering terpaku tentang hal itu. maka jawabnya, hidup adalah proses. Inti dari hidup adalah menjalankan proses hidup itu sendiri. Dalam prose itu kamu membutuhkan pemahaman. Maka bisa jadi hidup adalah tentang memahami. Kalau kamu saling memahami satu sama lain, tentulah mudah.

Tapi untuk mendapati saling-keberpahaman tidak mudah. Maka mudahnya, kamu penting memahami. Tatkala kamu memahami, maka hidupmu akan mudah. Karena kamu memahami tentang hidup itu sendiri. Sebuah missal, tatkala kamu menulis, pahamilah tulisanmu. Pasti mempunyai inti. Dan kata-kata yang lain teruntuk melengkapi keintian tersebut. Dan itu masih juga orang-orang menyebutnya kata-kata inti. 

Selain itu, tatkala kamu bekerja di perusahaan. Inti dari bekerja adalah mendapatkan upah. Selanjutnya, inti dari kegunaan upah adalah menghidupi kebutuhan keluarga. Inti dari kehidupan keluarga adalah mampu mencukupi tentang proses hidup, yakni sandang, pangan, dan papan. Dan ending dari inti sesungguhnya: tentang proses menjalankan hidup.

Kalau kau belum paham. Maka gunakanlah kalimat ini:

Kenalilah keintian dari segala hal. Pahamilah, ini akan mempermudah hidupmu. 

Kalau kau belum paham juga. Maka tancapkan kalimat ini:

Apa yang inti dari kegiatan ini? Apa yang inti dari kegiatan ini?



Selamat melaksanakan…

*lanjutan dari acara inti

Belum ada Komentar untuk " Nasihat: Tentang inti"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel