Tentang Pemikiran Islam Era-Postmodern

hidayat tf_pemikir islam postmodern


Kau selalu tertarik dengan istilah postmodern. Istilah yang didengungkan oleh pemikiran barat, untuk menyatakan keadaan yang tepat untuk saat saat ini. Keadaan dimana kebudayaan barat semakin maju.  Masa teknologi. Teknologi menjadi wabah terhadap realitas sosial. Realitas mulai bergeser. Yang semula sekedar realitas saja, yang benar-benar nyata, kini mulai mewabah ke bergerak.

Komunikasi yang dulu adalah secara nyata, kini mulai ditambahi efek-efek teknologi.
Kenalilah, hal itu telah lama, telah lama. Hanya saja, sekarang, kamu baru menyadari, bahwa era sekarang adalah era teknologi. Kamu baru menyadari dengungan istilah hiperrealitas, simulasi, realitas virtual.

Namun, pahamilah, namanya pemikir islam itu senantiasa menjadi pemikir islam. Di saat zamannya postmodern, tentu pemikir islam bakal turut serta menjadi memikirkan dengan hal-hal postmodern. Apakah ada? Tentu ada! Hanya saja: kamu kurang mengetahui, hanya saja kamu tidak mengetahui. Namun sekarang perlahan-lahan kamu mulai mengenal tokoh-tokoh islam yang mengkaji ranah pemikiran ‘kan? Sebenarnya agak lama kamu telah ‘mengetahui’ tapi kamu belum berkenalan lebih lanjut. Kamu belum memahaminya: kamu mengenal sayyed Hussein Nasr, Ali Harb, Hasan Hanafi, Muhammad Arkoun, Amin Abdullah, Harun Nasution.

Namun ingatlah, kalau kau ingin menjadi pemikir islam era postmodern, maka kamu harus mengusai keilmuan islam. Itu harus. Kamu harus mengerti hal-hal dasar islam. Itu harus. Kamu harus belajar bahasa arab. Itu harus. Kamu harus taat. Itu harus.

Kamu harus mengerti garis besar seluruh pengetahuan islam. Itu harus.

Kamu harus menulis garis-besar tentang fikih. Itu harus.

Kamu harus menulis garis besar pemikir-pemikir islam.

Kamu harus menulis garis besar tentang al-quran. Itu harus.

Kamu harus menulis garis-besar tentang ilmu kalam. Itu harus.

Kamu harus menulis garis besar tentang ilmu tasawuf. Itu harus.

Kamu harus menulis garis besar sejarah islam. Itu harus.

Apakah kamu siap menjadi pemikir islam yang sesungguhnya? Benar-benar menjadi pemikir islam yang sesungguhnya? Benar-benar menjadi pemikir islam yang hebat? Cerdas!

Kalau kamu merasa kepayahan, maka buatlah ringkasan tentang ilmu islam seringkas-ringkasnya. Banyak hal tentang keilmuan islam. Namun diringkas, tetapkan prioritasmu untuk mengkaji pemikiran. Pegang itu kuat-kuat, yang kau incar adalah pemikiran. Selain itu, adalah pelengkap guna pemikiranmu. 

Kenalilah, seiring perjalanan waktu, tatkala kamu mengeluarkan pendapat-pendapat pengetahuanmu, maka itulah disebut pemikiranmu. Itulah pola pemikiranmu.

Katamu, “Apakah itu murni pemikiran islam?”

Jawabku, “Tetap murni. Karena itu pemikiranmu. Pemikiran yang lahir karena inginnya pengetahuan tentang keislaman dalam ranah postmodern.”

Selanjutnya, pemikiran postmodern. Kamu berharap menjadi pemikir islam-postmodern, maka syarat yang kedua adalah pengetahuan tentang filsafat.

Kamu harus mengerti tentang sejarah filsafat kuno. Harus. Tulis.

Kamu harus mengerti tentang perjalanan epistemology filsafat. Harus. Tulis.

Kamu harus mengerti tentang kondisi-kondisi filsafat. Harus. Tulis.

Kamu harus bisa bahasa inggris. Harus.

Kamu harus membaca banyak data tentang teks-teks filsafat. Harus. Tulis.

Kamu harus menguasai tentang metode-metode filsafat. Harus. Tulis.

Kamu harus sesekali membaca karya-karya filsafat murni. Harus.

Apakah kamu siap melaksanakan hal itu, kalau kau merasa terberatkan, kerjakanlah semampumu, jangan begitu dipaksakan, jangan begitu diharapkan lebih-lebih, jalanilah dengan tenang. Tapi, jika hal itu kau lakukan, maka terwujudlah harapanmu, maka jadilah engkau orang yang konsentrasi kepada ilmu pengetahuan. Bagus. Good. Kau akan berkutat ketat dengan pengetahuan. Selain pengetahuan akan menjadi sampingan. Selain pengetahuan adalah realitas yang lain yang harus kau jalani. Karena prioritasmu tetap seperti niatan awalnya: pemikir islam postmodern.

Selamat belajar…!

Belum ada Komentar untuk "Tentang Pemikiran Islam Era-Postmodern"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel