Tentang Tujuan Membaca: Paham!

Jangan dulu artikan membaca itu harus melalui teks.

Tradisi kita, tidak sarat dengan tradisi teks. Tradisi kita adalah bekeja, bekerja dan jangan lupa ibadah. Itulah posisi kita. Hal itu terjadi, karena: alam kita, alam kita, dan alam kita. Alam kita mengharuskan kita untuk mengolahnya, makanya kita harus bertani, berkebun, atau nelayan. Itulah watak asli kita. Adalah kaum pekerja.

Oleh karenanya, jangan artikan membaca harus melalui teks. Awalilah, membaca yang bukan teks, atau bukan buku. Jangan gegabah dan harus membaca buku. Sebab, kalau kamu tidak menikmati apa yang kamu cari, bakal cepat bosan.

Kalau kamu sudah bosan. Membaca laksana dipaksa-paksakan.

Jangan paksakan dirimu untuk membaca. Bukankah melakukan sesuatu kalau dipaksa akan mudah bosan?

Sebenarnya, apa yang ingin kita raih dari membaca? Jawabnya, paham. Kalau kamu paham, maka itulah tujuan dari membaca. Tapi ternyata, untuk ‘paham’ tidak semudah berkata, aku paham. Tidak semudah njeplak: ya! Aku paham. Oleh karenanya, membutuhkan teks-teks yang lain. Tujuannya, untuk paham.

Kalau kamu sudah paham. Maka tidak perlu lagi membaca. Untuk apa lagi membaca? Hidup itu bukan sekedar urusan kata-kata. Hidup itu bukan sekedar teks. Hidup itu realitas yang sebenarnya. Bekerja, bekerja dan jangan lupa ibadah: itulah tradisi kita. Tradisi manusia Indonesia.

Kengapa harus ada ibadah? Karena dengan itu, orang-orang memahami tentang perjalanan-hidup:

Dengan ibadah manusia mengerti bahwa hidup bukan sekedar mencari nafkah,

Dengan ibadah manusia mengerti bahwa hidup itu sekedarnya saja.

Dengan ibadah manusia mengerti bahwa kerja pun harus ada istirahatnya.

Dengan adanya agama: posisi agama sebagai pengendali dari kemanusiaan yang wataknya memang ada hasrat dan nafsu kebinatangan. Supaya hidup tidak sekedar seperi bintangan. Bayangkanlah tentang hidupnya para binatang. Begitulah hidup. Karena akal, itulah yang membedakan manusia dari binatang.

Sayangnya, kita telah akrab dengan tradisi membaca:

Sebenarnya kita telah sangat akrab dengan dunia membaca. Sayangnya, kita tidak mampu mengendalikan apa-apa yang kita baca. Karena terlalu banyak hal yang terbaca. Media sosial sarat akan kata-kata. Di tepi jalan-jalan sarat dengan kata-kata. Di ruang-ruang pasti ada huruf yang bisa dibaca. Terlalu banyak hal yang terbaca: harusnya kita mendapatkan penghargaan tentang pembacaan setiap hari.

“Kalau tujuan membaca paham? Kalau kita sudah paham. Baiknyakah tidak membaca?”

Jawabku, “Yang pasti kamu mengetahui kalimat ini: tujuan membaca adalah paham. Kalau kamu sudah paham, mengapa harus membaca? Tidak ada alasan kamu harus membaca. Kenalilah, alasan-alasan orang membaca adalah untuk memahami.”

“Bukankah itu bakal terjadi selama proses hidup?”

Jawabku, “Benar. Untuk itu, kamu harus mengerti apa itu hidup? Cara untuk memahami, maka kamu harus membaca. Ingat, membaca itu bukan sekedar tentang teks, merenung pun, termasuk aktifitas membaca yang medianya adalah olahan-pengetahuan kita. Ingat juga tradisi kita: bekerja, bekerja dan jangan lupa ibadah. Dengan begitu, merenungmu tidak akan jauh-jauh. Hidup itu bukan tentang merenung, hidup itu realitas, hidup itu kenyaataan yang sesungguhnya. Merenung adalah upaya memahami apa yang renungkan. Selanjutnya, adalah tindakan dari perenungan. ”

Selamat membaca

Belum ada Komentar untuk "Tentang Tujuan Membaca: Paham! "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel