NASIHAT: TENTANG SEDERHANA



Taufik, janganlah dibuat ribet sesuatu yang bisa engkau sederhanakan. Segala persoalan, pasti bisa dijawab dengan ringkas. Sangat pendek. Seperti klise.
Kalau kamu pusing, minum obat.

Kalau kamu lapar, makan.

Kalau kamu haus, minum.

Kalau kamu lelah, istirahat.

Begitulah. Jangan dibuat muluk-muluk tentang dunia ini.

Kalau kamu mau mengerjakan, kerjakan.

Kalau kamu tidak mau, jangan kerjakan.

Kalau ada tugas, kerjakan.

Kalau ada soal, dijawab.

Begitulah. Jangan diribet-ribetkan. Apalagi tentang agama. Apalagi tentang kaum-muslimin. Aku melihat engkau selalu gotak dengan zaman internet. Zaman hipperealitas. Zaman kecanggihan teknologi. Kataku, janganlah dibuat ribet. Kenalilah,

Internet ada, manusia tidak bisa menolak.

Kalau dicegah, jangan digunakan.

Kalau dilarang, turutilah.

Kalau kamu melanggar, maka dihukum.

Kalau kamu menentang, maka diperiksa.

Begitulah. Ringkaslahlah segala soal yang ada pada dirimu. Jangan terus menerus mencari dirimu. Jangan terus menerus mencari kesejatian dirimu. Kekhasan dirimu.

Kenalilah,

Kamu adalah istimewa, sangat istimewa.

Kamu tidak ada duanya, tidak ada.

Kamu berbeda dengan yang lainnya, berbeda.

Sifatmu berbeda dengan yang lainnya, berbeda.

Namamu taufik, mungkin ada yang sama.

Tapi kamu tetaplah kamu. Kamu mempunyai realitas yang berbeda dengan nama yang sama. Kamu mempunyai keluarga yang berbeda dengan nama yang sama. Kamu menjalin hubungan yang berbeda sekalipun mempunyai nama yang sama.

Ketahuilah, nama yang sama belum tentu sama.

Sesuatu yang sama, belum tentu sama.

Manusia memang sama, manusia, tapi setiap individu berbeda.

Begitulah, taufik. Sikapilah hidup dengan sederhana. Jangan muluk-muluk. Pertanyaanmu juga, jangan muluk-muluk. Biasa-biasa sajalah. Andaikata, kamu tertakdirkan untuk menjadi muluk-muluk dan itu khasmu, dan itu memang masanya kamu sedang muluk-muluk. Tidak ada yang salah. Namun sadarilah bahwa sikapmu memang seperti itu. kamu tertakdirkan seperi itu.

Aku tidak bisa menentangmu, kalau memang takdirmu seperti itu.

Aku tidak bisa mencegahmu, kalau memang kamu seperti itu.

Aku hanya bisa mengingatkan, bahwa: jangan dikejar berlebihan tentang dunia. Dunia itu ringkas. Pendek.

Tanamlah duniamu dengan kebaikan.

Tanamlah duniamu dengan kesabaran.

Tanamlah duniamu dengan penuh cinta.

Singkirkan bala-bala benci dalam dirimu.

Lihatlah manusia sarat dengan cinta.

Kalau manusia berdosa, kelak dia di neraka.

Kalau manusia melanggar perintah tuhan, maka dihukum.

Kalau manusia tidak mengakui aturan Tuhan, tugasmu menyampaikan.

Kalau mereka masih melanggar aturan tuhan, tugasmu mengabarkan.

Sederhanya begitu, taufik. Apakah yang membuatmu berat. Katakan padaku, biar kupecah masalahmu. Katakanlah taufik. Sungguh aku datang kepadamu, ingin memecahkan seluruh perosalan yang ada padamu. Katakanlah kepadaku.

Katamu, kelak aku menjadi apa dengan aktifitasku seperti ini?

Jawabku, kelak kamu menjadi seperti aktifitasmu hari ini.

Kejarmu, spesifiknya. Aku bakal menjadi apa dengan seluruh yang kulakukan saat ini?

Jawabku, kamu akan menjadi apa yang sekarang kamu lakukan.

Begitulah taufik. Pertanyaanmu sesungguhnya mempunyai jawaban. Jawabannya seringkas didalam pertanyaanmu.

Pahamilah taufik, jawaban dari persoalan itu gampang. Namun proses itu menjalankan jawaban tidak semudah itu. ada tahap-tahap yang lain. Uraiannya:

Tatkala kamu lapar, makan.

Maka sebelum makan, kamu harus mendapati Sesuatu untuk kau makan. Kalau tidak ada, maka penting mencari. Kalau salah dalam mencari, bisa jadi digebuki. Artinya, kalau salah dalam mencari sesuatu untuk dimakan, artinya melanggar hokum, maka kamu akan dikenai hokum. Tatkala kamu dipenjara, lalu ada proses-proses yang lain. Kemudian kamu mengundang pengacara untuk membelamu. Kalau kamu tidak punya uang, maka kamu mengikuti pemerintahan, dengan artian ikut saja pengacara public. Tidak membayar. Gratis. Selanjutnya, kerabatmu akan datang ke pengadilan. Kalau mereka tidak punya uang, maka mereka hutang. Kalau mereka tidak datang, jangan sesalkan, karena mereka tidak datang menyaksikan keburukan pelanggaranmu. Pendek kata, untuk menjawab persoalan gampang, namun untuk merealisasikan tidak mudah.

Itulah proses Taufik. Hiduplah dalam proses. Nikmatilah prosesnya. Hati-hati terjebak. Hati-hati tergoda akan kemilaunya dunia. Hati-hati menjadi rakus akan harta. Lalu, jadilah sederhana. Apa itu sederhana: biasa-biasa saja. apa itu biasa-biasa saja? tidak muluk-muluk. Apa ukuran muluk-muluk? Berlebih-lebihan. Jadilah biasa saja, itu lebih mudah.

Namun jika kamu ditakdikan untuk tidak menjadi biasa-biasa saja. tetaplah anggaplah dirimu menjadi biasa saja. katamu, itu anggapan orang bahwa aku muluk-muluk. Sejauh ini, aku sangat mengontrol diri menjadi baisa saja. kalaulah anggapan orang aku muluk-muluk, mungkin benar aku muluk-muluk, namun niatku aku menjalani karakterku biasa-biasa saja.

Masih banyak yang lebih pandai dariku. Masih banyak yang lebih heboh daripadaku. Mungkin kau melihatku. Saya katakana: jangan-jangan kamu yang terlalu berlebihan menilaiku. Kamu bermuluk-muluk menilaiku.

Mari, jadilah biasa-biasa saja…

Belum ada Komentar untuk " NASIHAT: TENTANG SEDERHANA "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel