Nasihat: Hijab, Eksistensi Muslimah

Jangan kau pertanyakan lebih dalam tentang posisi keimanan seorang muslimah yang berhijab, tentang bagaimana pengetahua keislamannya, tentang akhlaknya, tentang dirinya. Jangan pertanyakan lebih dalam, taufik.

Aku tahu kamu sering memprotes dalam pikiranmu dengan mengatakan: mereka memang tertutup tatkala berada di alam realitas, namun seringkali mereka terbuka dalam dunia-maya, bersama pacarnya, berdua-duaan, menjalankan sesuatu yang sebenarnya mereka tahu bahwa itu di larang, mereka itu laksana menggunakan topeng dengan hijabnya. Mereka itu berhijab luarnya saja, dalamnya, mereka tidak melakukan hijab. Hijab bagi mereka sekedar tren, dan mereka kurang mengetahui bahwasanya orang yang berhijab adalah tanda orang muslim dan menjaga akhlaknya, yakni akhlak luar dan akhlak di dalam.

Ketahuilah taufik, kata-katamu itu kasar. Kata-katamu itu kamu ambil menurut referensi orang-orang yang kau ketahui dan itu, orang-orang yang melakukan dosa. Kenalilah, masih banyak juga orang yang menutut akhlaknya luar dan dalam. Masih banyak. Apa katamu, tatkala kamu melihat orang yang menutup akhlaknya luar dan dalam.

“Mereka terlalu menutup dirinya. Sampai-sampai tidak kelihatan dirinya. Langkahnya menyapu lantai. Mereka keterlaluan. Dirinya sangat-sangat tertutup. Kurang baik. Baiknya standar-standar saja. Baiknya standar-standar saja.”

Jawabku, adillah dalam menilai sesuatu taufik. Adillah. Janganlah resah dengan hal itu. syukurilah bahwasanya mereka menutup diri. Bukankah itu baik. Namun seringkali manusia memvonis kebaikan menurut akalnya. Katamu standar. Standar yang seperti apa taufik. Menutup aurat, iya. Berhijab, iya. Namun juga akhlak didalamnya juga ditutup.

Kenalilah taufik, mereka juga mempunyai alasan. Mereka mempunyai sumber. Sekarang, janganlah kau sibukkan diri tentang hal itu. ikutilah tradisi keumuman. Syukur kalau istrimu kelak mau menggenakan, kalau tidak. Maka biasa-biasa sajalah. Biasa yang seperti orang-orang kebanyakan lakukan.

Memang orang-orang seringkali mengklaim, bahwasanya orang yang berhijab penuh, adalah orientasi tradisional, orang-orang muslim yang kurang mengikuti zamannya. Namun, saya teguhkan, jangan persoalkan tentang hal itu. Jangan.

Jangan sibukkan urusan tentang akhlak di dalam, jangan. Kenalilah, saat orang-orang ramai menggunakan hijab, maka dari itu, orang-orang mulai memahami bahagiamana sesungguhnya berhijab itu: pasti itu secara otomatis bakal terjadi. Jika sekarang hijab menjadi tren, berarti itu kemajuan para ulama kita yang mempopulerkan islam.

Islam yang rahmatanlil’alamin. Islam yang tidak memberatkan. Islam yang mudah.

Kenalilah, bahwasanya tatkala mereka berhijab, mereka mempunyai harapan, mereka mempunyai cita-cita: mudah-mudahan dengan berhijab saya lebih tertutup. Allah maha mengampuni dosa-dosa yang telah berlalu, dan mudah-mudahan saya tidak melakukan dosa-dosa yang telah berlalu.

Selanjutnya, orang-orang marak menggunakan hijab. Dengan kemarakan itu, eksistensi orang berhijab bertambah banyak. Semakin bertambah banyak. Dari kebanyakan itu, eksistensi hijab semakin populer. Dari kepopuleran itu, ada yang benar, ada yang buruk. Ada yang bertambah imannya, ada yang terpengaruh untuk menggunakan hijab.

Iklan-ilklan jadi menggunakan hijab. Orang-orang turut serta menjadi berhijab. Hijab menjadi budaya baru. Eksistensi islam semakin populer. Dari kepopuleran tersebut, bakal menuai perbedaan orang-orang berhijab, ada yang menutup penuh, ada yang ala kadarnya.

Kenanglah manusia Indonesia dulu tatkala menggunakan hijab, mereka menggunakan kerudung, menggunakan jilbab. Itulah awalnya, sekedar selendang yang di sampirkan pada rambut. Begitulah. Isteri para kiai juga begitu. Kenapa hal itu terjadi? Karena budaya-populer belum menghendaki itu.

Sekarang, lihatlah orang-orang arab. Orang-orang irak, iran, mesir dan Negara islam lainnya. Apakah mereka sepenuhnya, seluruhnya menggunakan hijab? Dan kamu harus cerdas menangkap hal itu taufik. Bahwasanya eksistensi mempengaruhi untuk sampai kepada essensi. Percayalah hal itu taufik.

Jika kau bertanya, seberapa baik muslimah berhijab?

Jawabku, sangat baik.

Jika kau bertanya, bagaimana hukum berhijab?

Jawabku, carilah jawabannya pada kitab fikih, Taufik. Namun, janganlah gampang terjebak kepada sesuatu yang namanya hukum, taufik. Jangan lanyahkan lidahmu sedikit-sedikit bertanya, apa hukumnya? Sebelum bertanya, belajarlah dulu tentang hal itu. namun kalau soal hijab, yang pasti itu lebih baik bagi pemakaiannya.

Pahamilah…

Belum ada Komentar untuk " Nasihat: Hijab, Eksistensi Muslimah "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel