Cara Memahami Kajian Filsafat Postmodern



1. Perjalanan Dunia yang Terjadi


Kajian filsafat postmodern berhubungan dengan dunia yang sekarang terjadi: ada apa sekarang? Sekarang telah melek terhadap teknologi. Tentang alat transportasi. Tentang alat untuk bekerja. Tentang mesin untuk mempermudahkan manusia. Telah melek dengan internet. Orang-orang melek internet. Pergeseran mendapatkan informasi. Telah menjalin komunikasi. Komunikasi melalui suara. Komunikasi melalui teks. komunikasi dalam video-call. Terlebih lagi, mulai adanya efek Realitas-Tambahan. Suatu perangkat, yang bisa mendeteksi barang, melalui komputerisasi.

Itu semua adalah masuk dalam objek filsafat postmodern. Terlalu banyak yang dikaji. Dan itu semua masuk dalam kajian filsafat postmodern. Kenapa harus filsafat? Karena melalui filsafat, mampu melampaui ilmu-ilmu: social, linguistic, semiotic, pendidikan. Konsenterasi itu, semua adalah dasar-dasar dari kajian filsafat.



2. Kecenderungan Pada Kajian Sosial


Karena kajiannya seperti itu, maka kecenderungan kajian filsafat postmodern adalah ilmu social. Namun tidak dapat dikatakan social. Terlalu simple kalau sekedar ilmu social. Karena mencari asal-asul tentang sosialnya itu sendiri. Efek-efek yang terjadia karena ledakan sains. Dan kajiannya tetap focus kepada cara mengkaji fisafat: metode filsafat: universal, sistematis, rasio, radikal dan logika. Indentifikasinya: bagaimana social yang diciptakan karena ledakan sains? Apakah kali ini dunia-maya lebih ‘menarik’ dibanding dunia yang real?



3. Pelajaran-pelajaran Lain Untuk Menguatkan Filsafat Postmodern
Yang dimaksud pelajaran lain, tentu adalah pelajaran semiotic, kajian fenemonelogi, kajian eksistensialisme, kajian empirisme, kajian social, kajian social, kajian linguistic: pengkaji filsafat dituntut untuk membaca teks-teks tersebut. Lebih lama untuk mengenal hal-hal tersebut. Dan kenalilah, untuk mengkaji ke semua tema yang saya sebutkan, bukanlah waktu yang sebentar. Tapi membutuhkan waktu: dan orang itu harus serius memahami semua. Memahami semua itu, membutuhkan waktu. Yakni membaca berbagai macam tema, yang tujuannya: paham. Setelah paham, barulah bisa dibuat kesimpulan.



Kesimpulan itu, pernah ditulis oleh Filsuf Postmodern, Lyotard, laporan pengetahuan: maka didapati tentang matinya narasi besar, menyebarlah narasi kecil, lalu permainan bahasa. Tatkala mengkaji filsafat postmodern: maka penting membaca itu. kalau tidak membaca itu, maka akan kurang menikmati dalam kajian filsafat, atau memang menikmati, namun akan terjebak dalam masa-masa sebelum filsafat-postmodern, atau suatu pemikiran tentang filsafat-postmodern namun cabang pemikirannya.


4. Tangkaplah Sejarah Filsafat Secara Menyeluruh, Yakni Filsafat Barat.

Ini yang terpenting. Mengerti pembicaraan. Artinya, tangkaplah garis besar filsafat secara menyeluruh mulai dari Yunani Kuno sampai filsafat post-modern. Semua itu berhubungan. Semua itu saling berkaitan. Kalau tidak seperti itu, maka akan sulit dimengerti apa maunya dengan filsafat: sebenarnya mengapa filsafat itu seperti itu? mengapa bahasa filsafat sulit dipahami? Apalagi filsafat postmodern! Istilah itu pun kalau terus menerus dikaji maka mendapatkan simpang-siur, tidak jelas, tidak ada yang benar-benar memutuskan: kapan tepatnya filsafat postmodern.

Hal itu terjadi, karena kurang membaca lebih banyak sejarahnya. Kurang menangkap sejarah bacaan. Menangkap sejarah bacaan, itu sangat penting: sebab kalau tidak tepat dan paham dengan sejarah filsafat, maka akan sulit untuk memahami kajian filsafat postmodern.

Semoga bermanfaat…!

Belum ada Komentar untuk "Cara Memahami Kajian Filsafat Postmodern"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel