PUISI-PUISI HIDAYAT TF




KEBERADAAAN KATA-KATA




ada yang berkata, 'apakah engkau pamit atau diskusi dengannya, sehingga memajangkan kata-kata pada rumahnya; di halamannya?'

jawabku, 'iya. aku menjalin hubungan dengannya.'

batinku, 'orang seringkali mementingkan tentang tujuan

lalai bahwa si penuju adalah yang berkepentingan;

yang mempunyai luka, laksana pasien yang datang kepada dokternya.'



itulah diriku, kepadamu, yang tanpa soal; manalah mungkin aku datang kepadamu

karena aku tahu, jawab-jawab soal yang mengerangkengku ada padamu

bagaimana aku tidak menyerahkan keakuanku, kepadamu



itulah diriku, kepadamu, yang datang bersama kata-kataku;

mencurahkan tentang kata-kata dalam diriku, terbuka.



jika ada yang berkata, 'mengapa harus disampaikan melalui kata?'

jawabku, 'ketersembunyianku, menjadikanku tiada. kepadanya aku diajarkan ada.'

jika ia belum paham dengan jawabku, lalu berkata, 'mengapa harus disampaikan melalui kata?'

jawbaku, 'karena kata orang-orang itu menjelma ada.'



jika ada yang berkata, 'bukankah kata tidak mewakili tentang kenyataan yang sesungguhnya?'

jawabku, 'apakah kau berpikir seperti itu; bahwa kata mewakili tentang kenyataan yang sesungguhnya?'



karena kata, aku terada.

karenamu, aku jadi berkata.



2017



KETERIKATAN


saat aku berkata, melepaskan diri darimu.

batinku berseru, "bagaimana mungkin kau melepaskan diri darinya, sementara dirinya terngiang jelas pada pemikiranmu.'

kataku, 'aku tidak menjalin komunikasi.'

batinku berseru, 'bagaimana mungkin tidak menjalin menjalin komunikasi sementara dia hadir dalam mimpimu; pada gerak-gerikmu.'

kataku, 'aku tidak melepas diri darinya; karena jarak menjadikan kami berjarak; itulah kami.

bagiku, salah, bila kukatakan melepas diri darimu.

karena aku terikatkan diri kepadamu;

yang tidak mungkin melepaskan.

sekali pun kudaya diri melepas; malah semakin mengikat dan erat.

jadilah aku menjelma dirimu.

dirimu yang lain, ditubuh yang lain; inilah tubuhku.

yang tidak sepenuhnya menjadi dirimu;

karena kutahu sungguh, aku bukanlah dirimu.'



2017



KEMENJALINAN-KEAKUAN


lepaskan aku dari keterikatan diri kepadamu, kata lidahku, yang sebenarnya, hatiku berkata:

mengapa juga dilepaskan, siapa yang diikatkan. bukankah aku yang mengikatkan diri kepadamu?

dialah yang terikat dan aku yang mengikat;

ikatan yang itu tidak jelas, namun berkejelasan.

ikatan yang itu tidak lekat, namun keterlekatan.



kataku, kenapa dia datang kepadaku; bukankah aku yang lebih dulu bersinggah di tempat itu? batinku, 'bukankah usiamu kalah dengan usianya, dan tubuhmu datang ke daerahnya? kenapa engkau datang ke daerahnya; bukankah itu bukan salahnya?' selanjutnya, batinku berseru, "bukankah engkau yang mengetuk pintunya? tepatnya, engkau mendatanginya!"

kataku, 'kenapa dia bertanya kepadaku, menyilahkanku untuk berbicara dengannya?'

batinku, 'bukankah suatu kewajaran jika ia bertanya, karena kamu yang mendatanginya.'

kataku, 'maksudku; mengapa arah yang dibicarakan sesuai dengan apa yang ada pada gerak pemikiranku?'

batinku, 'mengapa hatimu menjadi 'rindu' atau berharap ingin bertemu; bukankah itu salah kedirianmu, mengapa hatimu goyah dan berharap dapat berjumpa dengannya? Harusnya; engkau tetap tentang dengan rasa-rasa itu. Harusnya; engkau sabar dengan apa-apa yang menimpamu. Mengapa engkau tidak sabarkan diri, namun mengajak nalurimu, atau menuruti kehendak-hatimu!'



kataku, 'waktu telah berlalu. Lalu dia membekaliku.'

batinku menyeru, 'Apakah dia membekalimu, bukankah dia sekedar bertanya kepadamu? mengapa kalimat tanyanya selalu engkau arahkan bahwa dia membekalimu; padahal tanyanya adalah tentang kedirianmu.'

kataku, 'waktu telah berlalu. Kalimat tanya, yang itu untukku, dan aku yang menjawab, senantiasa teringang kepadanya.'

batinku menyeru, 'mengapa harus terngiang kepadanya. Apa salah dirinya sehingga harus dingiangkan pada dirimu? apakah kalimat tanyanya adalah salah; atau dirimu yang sebenarnya salah; toh tanyanya adalah tentang dirimu, bukan tentang dirinya.'



kataku, 'saat waktu merangkak, dan keterjalinanku yang terus kepadamu, menjadikanku akrab denganmu; menjadikanku mengikatkan diri kepadamu. Lantas, bagaimana aku melepaskan ikatan diri darimu? jika ada yang berkata,

'apa yang terjadi denganmu dan itu dengannya?'

jawabku, 'apa yang terjadi denganku dan dia menyertai tentang keakuanku. itulah dia.'

jawabku, 'apa yang terjadi dengan pemikiranku dan dia menyertai tentang pemikiranku. itulah dia.'

jawabku, 'apa yang terjadi dengan pemikiranku, itu menautkan diri kepadanya. itulah dia.'

jika ada yang berkata, 'ikatanmu unik. Ikatanmu menarik.'

jawabku, 'engkau mudah berkata unik; apakah engkau mengetahui dibalik keunikan tersebut? engkau mudah berkata, menarik: apakah engkau memahami dibalik kemenarikan tersebut?'

jawabku, 'engkau hanya melihat baju-baju dari kami; engkau tidak memahami apa yang terjadi sungguh pada diri kami.'

jawabku, 'engkau hanya melihat tentang penampakan-penampakan kami; engkau tidak berdaya diri memahami apa yang terjadi sungguh pada kami.'

itulah kami.

itulah yang terjadi pada kami.

itulah kami.

inilah aku, yang mengikatkan diri kepadanya.

itulah dia, yang terikatkan diri kepadaku.

karena inilah kami

karena inilah kami ada.



2017

Belum ada Komentar untuk "PUISI-PUISI HIDAYAT TF"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel