Tujuan Timur Tengah (HAJI)

Tujuan Timur Tengah (HAJI) - Kau pikir aku sangat berambisi menuju timur-tengah. Jangan gegabah menilai itu, kawan, dulu saya tidak mempunyai tujuan, bahkan saya bertanya berulang-ulang, ya, berulang-ulang, tentang tujuan kehidupan. Sekali pun, saya mendapatkan jawaban, bahwa kehidupan itu nantinya bakal mati, lalu setelah itu kita menuju akhirat, di sana ada akhirat: yang disana dibagi menjadi dua, ada surga dan ada nereka. Kalau aku patuh pada keagamaan, maka masuk surga, tapi kalau aku tidak patuh pada keagamaan, maka masuk neraka.

Yang pasti, tujuan untuk hidup adalah bakal mati. Yang sebelum mati ada proses-proses menuju kematian. Karena kita percaya agama, maka setelah mati ada kehidupan lagi.

Itu sebabnya tujuan hidup adalah menjalani kehidupan itu sendiri. sebab setelah mati adalah kehidupan lagi. Maka bisa jadi, proses hidup adalah peralihan dari kehidupan sekarang menuju kehidupan yang akan datang, akhirat.


Tujuan Timur Tengah (HAJI)

Jika kau berkata, “jangan begitu berambisi untuk mencapai sesuatu yang besar itu?”

Jawabku, “Saya menjalani hidup bertahun-tahun laksana tidak mempunyai tujuan. Akhirnya saya persis terjebak pada suatu keadaan menuju keadaan yang lain. saya upyek terhadap ‘kejadian’ menuju ‘kejadian’ yang lain. dan itu terjadi karena belum terdapatkan tujuan yang pasti pada mindset pemikiranku. Sekarang, agaknya, lebih termantapkan tentang tujuan hidupku, yakni menunggu waktu untuk mati, dan kelak hidup lagi. Harapannya saya mau ke surga. Maka syarat-syaratnya saya harus beragama dan menjalani kegiatan keagamaan. Yang pasti menuju surga, tempatnya dimana, yang pasti menuju surga.

Dan untuk jawaban ke surga ini, saya mengikuti perkataan Mbah Maimun Zubair, dia adalah gurunya guruku. Katanya, “Sing penting melbu surgo.”

Selain itu, itulah tujuanku. Namun bolehlah saya bertanya: sesungguhnya tujuan hidupmu apa? Dan lalu, benarkah kau mempertahankan apa yang menjadi tujuan hidupmu itu? jika kau mempertahankan, tentu saya gembira; namun kalau kau tidak mampu mempertahankannya itu, tentu saja, saya akan menyeretmu untuk bersama-sama menuju tujuanku itu. alih-alih tujuanku, padahal ini tentang tujuang orang-orang, sebab, arahku adalah tentang pendidikan. Manalah mungkin, pada sturktural pendidikan, mampu terjawab oleh satu orang, itu harus terjadi pada tatanan sturktural.”

**
Kau pikir, aku sangat berambisi menuju timur-tengah. Bahkan structural pendidikan, hendak kau arahkan menuju timur-tengah, lalu kau rancangkan perihal upaya menuju timur-tengah; sedetail-detailnya. O ambisi yang dahsyat.

Kataku, aku pernah menjalani hidup tanpa tujuan. Bingung hendak kemana. Tidak tahu arah yang pasti. Namun sekarang saya mempunyai tujuan, andaikata itu tidak terlaksana, maka yang pasti itulah upayaku menetapkan tujuanku. Dan saya tidak akan merasa kecewa dan tidak akan gelisah kalau tidak kesampaian menuju timur-tengah. Itu adalah takdirku. Maka dengan itu, saya berkata: --allah al-kafi, robun al-kafi, qosod al kafi, wajadna al-kafi, likuli al-kafi, kaffana al-kafi, wa nigma al-kafi, alhamdulilah. Hasbuna allah, wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’kma nasir. La haula wala quata ila billa hil ayyil adim.

Belum ada Komentar untuk " Tujuan Timur Tengah (HAJI)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel