Nasihat Esensi Membaca










Membaca itu harus mempunyai tujuan yang dibaca, yakni sesuatu yang merasa engkau butuhkan; dan apa itu yang engkau butuhkan, yakni sesuatu apa yang engkau cari; apakah itu yang engkau cari, yakni kebahagiaan. Itulah yang penting ditancapkan bagi akalmu, bahwa membaca itu bertujuan akhir untuk kebahagiaan. Namun, telah terang bagimu; bahwa bahagia itu adalah ‘kata’ yang universal untuk mengungkapkan tujuan membaca, sebab ada proses untuk mencapai itu. Ada proses untuk sampai kepada bahagia. Sungguh, bahagia, semakin engkau berpengetahuan maka yang engkau incar adalah kekekalan bahagia, bukan bahagia yang bergulir menjadi sedih lalu bergulir lagi menjadi sedih lagi.



Jika engkau tidak memahami apa yang kusampaikan: bacalah sekali lagi apa-apa yang telah kusampaikan. Perlahan-lahanlah tatkala membaca, sertakan bahwa engkau membaca untuk mencari bahagia, untuk mencari jawaban yang terselip dalam jiwamu.





Ketahuilah, andaikata engkau telah lega dengan apa-apa yang engkau amati, dan telah puas dengan gerak-gerik jasad dan ruhmu, maka disaat itulah engkau harus menyelesaikan pembacaanmu, dan engkau harus menjalankan realitas serealitas mungkin, dan mengikuti alur-kehidupan tanpa ada desas-desus untuk pencarian apa yang ingin dibaca, maka secara otomatis engkau akan ditawarkan—bahkan dipaksakan—untuk membaca.



Hanya itulah pilihannya, Taufik. Apakah engkau enggan membaca lalu ditawari bacaan; atau engkau sibuk membaca dan menawarkan pembacaan. Begitulah teka-teki dunia baca, Taufik.



Dan pastilah, membaca tidak akan habisnya, tidak akan selesainya. Jangan artikan dangkal membaca adalah sekedar tentang teks belaka—tapi aku yakin kemarin-kemarin kamu membaca yang itu pembacaan bukan tentang teks, melainkan pembacaan di luar teks. Pendek kata, kamu ditawari bacaan dan kamu membaca. Dan sekarang, statusmu, makammu, adalah tentang upaya untuk membaca teks, maka bacalah dengan teliti dan sesuai dengan kebutuhanmu.



Jangan kau pakai rumus membaca kontekstual tatkala engkau membaca tekstual, kenalilah tatkala engkau membaca tekstual dengan cara kontekstual, maka pembacaanmu akan terasa lambat dan lelet, pelan dan super pelan, tapi engkau harus membaca secara tekstual; sekedar teks, dan pungutlah benang merah itu, masukkan dalam kamus-kenanganmu, kamus-data-data pengetahuanmu, sungguh banyak ‘hal’ yang penting engkau ketahui. Banyak hal yang penting untuk diketahui.



Jika kau bertanya, untuk apa diketahui? Jawabnya, untuk ‘memahamkan tentang alur dunia ini; yang dari itu dirimu akan tenang menyikapi tentang jalan-nya gerak-gerik dunia. Dan aku mengisyaratkan kepadamu untuk melihat ‘rahasia-rahasia’ tentang jalinan-keduniaan.’



Ingat, tatkala engkau mengetahui, disitu engkau akan berkata, tidak paham. Bersamaan dengan itu, maka engkau harus terus menerus untuk ‘membaca’ yang bertujuan untuk ‘pemahaman’ tersebut, dengan begitu, engkau merasa ada sesuatu yang penting diketahui. Tancapkan kuat-kuat kalimat ini dalam hatimu, membaca itu guna menyelamatkan pemikiranmu dari tawaran-tawaran eksistensi dunia yang semakin melimpah dan terbuka. Saat engkau membaca, maka itulah ‘kamu’, Taufik, sedang membaca, yang mana koneksi-koneksi itu berada di dalam pikiranmu, yang mana pengetahuan-pengetahuanmu itu berlalu-lintas, oleh karenanya engkau harus membuatkan ‘peta besar’ dalam pemikiranmu, tujuannya ‘melintaskan’ pembacaan yang engkau lakukan. Menjadi satu peta yang jelas dan kokoh dan itu adalah dirimu. Dirimu menjelma peta tersebut.



Jika engkau kepayahan dengan apa yang saya tawarkan. Santailah dengan apa yang terjadi; jalanilah realitasmu sebagaimana mestinya, dan amat-gunakanlah sekali pembacaan ‘kontenstualmu’ menjelma tekstual di dalam dirimu, di dalam pemikiranmu. Rumusnya, kalau engkau tidak membaca secata tekstual maka engkau membaca kontekstual; kalau tidak focus kepada dua-duanya, maka engkau masih ‘membaurkan’ keduanya dalam pemikiranmu.



Berjuanglah…

Belum ada Komentar untuk "Nasihat Esensi Membaca"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel